Diabetasol Indonesia
Close
Diabetes 6/01/2020

5 Perubahan Tubuh yang Bisa Terjadi pada Diabetesi

5 Perubahan Tubuh yang Bisa Terjadi pada Diabetesi

dr. Alvin Nursalim SpPD

Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh diabetesi. Apa saja perubahan yang dapat terjadi?

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang bisa menghancurkan tubuh secara perlahan, khususnya jika tidak dikendalikan. Apabila abai akan kondisi yang dialaminya, diabetesi sangat mungkin mengalami perubahan tubuh yang justru menurunkan kualitas hidup sepenuhnya.

Beberapa perubahan tubuh yang bisa terjadi akibat diabetes yang tidak terkendali, di antaranya:

  • Kulit menjadi kering

Diabetes dapat memengaruhi kondisi kulit, yang merupakan organ terbesar tubuh. Asupan cairan yang tidak cukup dan kadar gula darah yang cenderung tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan pecah-pecah.

Contoh, kulit kaki diabetesi adalah bagian yang paling rentan mengalami kekeringan. Kulit kaki yang pecah-pecah akan lebih mudah mengalami luka. Persoalannya, luka pada diabetesi cenderung sembuh lebih lama.

Selain itu, diabetesi juga perlu menjaga kebersihan kulit kakinya dan mengeringkannya dengan baik sehabis mandi. Lipatan lembab pada sela jari menjadikannya rentan terhadap infeksi jamur.

  • Kaki terasa baal

Baal atau kesemutan pada kaki merupakan gejala yang sering dialami diabetesi. Hal ini disebabkan oleh adanya gangguan saraf yang dikenal dengan istilah neuropati diabetik. 

Gejala neuropati diabetik sangat beragam, tergantung letak saraf yang mengalami masalah. Tanda awal yang sering dikeluhkan adalah kesemutan atau nyeri di tungkai dan kaki. 

Lama-kelamaan, keluhan yang dirasakan akan semakin buruk. Bahkan bisa sampai pada tahap mati rasa baik terhadap sensasi nyeri maupun suhu. 

  • Gangguan penglihatan

Kadar gula darah berlebih pada diabetesi dapat menyebabkan penumpukan sorbitol (salah satu bentuk dari gula) pada lensa mata. Kondisi tersebut bisa menyebabkan katarak dan pandangan kabur. 

Tidak hanya itu, kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkendali pada diabetesi juga bisa merusak saraf mata bagian belakang. Jika kondisi ini terjadi, diabetesi akan mengalami retinopati diabetik. 

Gejala khas dari retinopati diabetik adalah pandangan kabur dan munculnya floaters atau sensasi di mana mata melihat bayangan benda melayang-layang.

  • Badan lemas

Salah satu yang menyebabkan kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes adalah kurangnya produksi insulin oleh pankreas, atau insulin tidak dapat bekerja secara efektif (resistensi insulin). 

Padahal, insulin ibarat kunci yang berfungsi membawa gula darah untuk masuk ke dalam sel tubuh untuk kemudian digunakan dalam proses metabolisme. 

Ketika pankreas tidak bisa menghasilkan insulin dengan cukup atau insulin yang dihasilkan tidak bisa bekerja secara efektif, sel-sel dalam tubuh tidak menerima pasokan energi untuk menjalankan fungsinya secara optimal. 

Hal tersebutlah yang menyebabkan keluhan badan lemas dan mudah lelah pada diabetesi.

  • Acanthosis nigricans

Sebagai diabetesi, apakah Anda pernah melihat ada bagian kulit yang berwarna kehitaman pada lipatan leher? Itulah yang dikenal dengan istilah acanthosis nigricans. 

Acanthosis nigricans merupakan kelainan warna kulit yang ditandai dengan munculnya area berwarna kehitaman pada bagian lipatan tubuh. Kulit yang terpengaruh dapat menebal. 

Sering kali, acanthosis nigricans memengaruhi ketiak, pangkal paha (selangkangan), dan leher. Selain pada diabetesi, kondisi ini juga sering ditemui pada orang dengan berat badan berlebih.

Diabetesi memang rentan mengalami perubahan tubuh yang merugikan. Namun, risiko terjadinya kondisi tersebut bisa diturunkan dengan menjaga kadar gula darah agar tetap berada di rentang normal. Caranya, konsumsi pola diet seimbang dengan memerhatikan 3J (jam, jenis, jumlah), olahraga teratur, cukup istirahat, dan kontrol ke dokter secara berkala.

Apabila tanda dan gejala perubahan tubuh sudah terlanjur muncul, segera berobat ke dokter agar penanganan bisa dilakukan sejak dini. Dengan demikian, komplikasi yang lebih buruk bisa dicegah.

How Does Diabetes Affect the Body? Diunduh dari : https://www.diabetes.co.uk/how-does-diabetes-affect-the-body.html

Effects of diabetes on the body and organs. Diunduh dari : https://www.medicalnewstoday.com/articles/317483.php


Reach us now

Reach us now

Temukan solusi bersama ahli.