Bolehkah Diabetesi Makan Kurma?
Close
Diabetes 1/04/2020

Bolehkah Diabetesi Makan Kurma?

Bolehkah Diabetesi Makan Kurma?

Kurma, buah manis berdaging tebal ini biasanya dijual dalam bentuk buah kering. Di Indonesia, buah ini biasa dimakan langsung. Popularitasnya meningkat pada bulan Ramadan karena buah satu ini banyak dikonsumsi sebagai makanan berbuka puasa. Rasanya yang manis ini bisa memengaruhi kadar gula darah sehingga menjadi perhatian para diabetesi, apakah aman untuk Sahabat Sehat.

Kenapa harus ragu-ragu?

Kurma memang tinggi zat besi dan antioksidan. Namun, buah ini juga tinggi kalori jika dibandingkan dengan buah kering lainnya. Satu buah kurma (24 gram) mengandung 67 kalori dan 18 gram karbohidrat. Diabetesi harus pintar-pintar dalam menjaga kadar gula darah, termasuk di dalamnya mengontrol asupan karbohidrat harian. 

Nyatanya, jika dikonsumsi secukupnya, kurma bisa menjadi bagian dari pola makan sehat Anda. Satu buah kurma mengandung sekitar 2 gram serat, atau 8% dari Angka Kebutuhan Gizi (AKG). Ini penting karena serat pangan membantu tubuh Anda menyerap karbohidrat dengan lebih lambat. Semakin lambat karbohidrat dicerna, semakin kecil kemungkinan gula darah Anda melonjak setelah makan.

Bagaimana kurma mempengaruhi gula darah

Indeks glikemik (IG) adalah ukuran yang menunjukkan pengaruh karbohidrat terhadap kadar gula darah Anda. Ukuran ini memiliki skala 0-100, dengan glukosa murni (gula) tercatat sebagai 100, kadar gula darah bisa tertinggi bisa melonjak setelah makan.

Anda mulai bisa menghilangkan rasa ragu untuk makan kurma karena buah ini memiliki nilai indeks glikemik rendah, yakni antara 44-53, tergantung jenisnya. Jadi, ketika dimakan dalam jumlah sedang, kurma aman untuk diabetesi.

Jadi, amankah untuk diabetes?

Kini, Anda sudah tahu bahwa kurma aman untuk diabetesi, selama dikonsumsi dalam jumlah sedang. Nah, jumlah sedang yang dimaksud yakni 1-2 buah dalam sekali makan; dan 2-3 buah sehari. Sebaiknya, makan kurma dibarengi dengan sumber protein seperti segenggam kacang. Itu akan membuat karbohidrat diserap lebih lambat lagi, sehingga membantu mencegah lonjakan gula darah. 


Reach us now

Reach us now

Temukan solusi bersama ahli.