Close
News And Articles 11/03/2026

8 Langkah Mudah Memulai Hidup Sehat untuk yang Super Sibuk

8 Langkah Mudah Memulai Hidup Sehat untuk yang Super Sibuk

Ringkasan:

  • Kesibukan sering dijadikan alasan untuk menunda hidup sehat. Padahal, di tengah aktivitas yang padat, tubuh justru membutuhkan dukungan ekstra.

  • Memulai hidup sehat tidak harus ekstrem. Cukup dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

  • Mulailah dengan mengenali kondisi kesehatan melalui pemeriksaan ke dokter, terutama jika memiliki faktor risiko seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

  • Beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti mencatat asupan makanan, mengonsumsi makanan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL).

  • Kebiasaan kecil ini dapat membantu menjaga energi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kestabilan gula darah dalam jangka panjang.

 

Kesibukan sering menjadi alasan seseorang tidak dapat menjalani hidup sehat. Tuntutan pekerjaan seperti deadline yang menumpuk, jadwal rapat yang padat, hingga waktu perjalanan yang panjang kerap membuat upaya menjaga atau memulai pola hidup sehat menjadi tertunda.

Padahal, di tengah aktivitas yang padat, tubuh membutuhkan dukungan ekstra untuk menjaga stamina agar tidak mudah sakit.

Memulai hidup sehat tidak harus dilakukan secara ekstrem. Anda tidak perlu langsung menjalani diet ketat atau berolahraga berjam-jam setiap hari. Cukup mulai dari langkah kecil yang dapat dilakukan secara konsisten. 

1. Ketahui Kondisi Kesehatan Saat ini 

Langkah awal untuk memulai hidup sehat adalah dengan mengenali kondisi kesehatan Anda saat ini. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk mengetahui status kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap masalah kesehatan dan risiko penyakit tertentu yang mungkin dimiliki. 

Hal ini sangat penting, terutama bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

BACA JUGA: Berapa Kadar Gula Darah Normal bagi Orang Dewasa?

2. Catat Makanan yang Dikonsumsi

Salah satu langkah sederhana untuk menerapkan pola hidup sehat adalah mencatat makanan yang dikonsumsi. Bagi Anda yang memiliki masalah berat badan atau pola makan kurang sehat, kebiasaan ini dapat membantu mengontrol asupan harian, demi menjaga kesehatan tubuh.

3. Selalu Prioritaskan Pola Makan Sehat di Tengah Kesibukan

Banyak orang dengan aktivitas padat memiliki pola makan yang berantakan, seperti melewatkan sarapan atau makan terlalu malam. Kondisi ini seringkali mendorong keinginan untuk makan makanan praktis, seperti makanan instan atau camilan tinggi gula, yang dapat memicu lonjakan gula darah.

Hal penting: Jangan remehkan atau melewatkan sarapan. Sarapan dengan komposisi gizi seimbang berperan penting untuk menyediakan energi untuk beraktivitas, serta membantu mencegah rasa lapar berlebih (craving) dan kebiasaan mengonsumsi camilan tidak sehat di malam hari.

Karena itu, pilihlah makanan bernutrisi yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat. Jika tidak sempat sarapan, Anda dapat mengonsumsi alternatif praktis seperti Diabetasol Milk, yang mengandung nutrisi lengkap dan seimbang dengan indeks glikemik rendah. Diabetasol Milk mudah untuk dikonsumsi dan dapat membantu menjaga kestabilan gula darah.

4. Banyak Minum Air Putih 

minum air putih

Pola makan sehat belum lengkap tanpa asupan air putih yang cukup. Jangan menganggap sepele kebiasaan minum air putih. Kekurangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi, menurunkan konsentrasi, memicu kram otot, sembelit, serta meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan gangguan ginjal.

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya. Namun, pada orang dewasa, asupan yang dianjurkan adalah sekitar delapan gelas (±230 mL per gelas) atau total sekitar 2 liter per hari. Untuk membantu memulai kebiasaan ini, biasakan untuk membawa tumbler di tas atau mobil, serta sediakan air minum di meja kerja agar Anda tidak lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan harian.

5. Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk melakukan aktivitas fisik secara rutin untuk menjaga kesehatan. Anda tidak dituntut untuk melakukan olahraga berat di gym, tetapi bisa memulai dengan melakukan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan cepat, jogging, naik tangga, atau melakukan pekerjaan rumah. Durasi aktivitas fisik yang direkomendasikan adalah 30 menit selama 5 hari dalam seminggu atau 150 menit per minggu.

WHO menyampaikan bahwa aktivitas fisik memberikan banyak manfaat, seperti:

  • meningkatkan kesehatan fisik dan mental;

  • mencegah dan mengontrol penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes;

  • menurunkan gejala depresi dan kecemasan;

  • meningkatkan kesehatan otak;

  • mendukung kesehatan tulang dan proses tumbuh kembang pada anak dan remaja; dan

  • membantu menurunkan risiko kematian dan jatuh serta meningkatkan kesehatan mental, fungsi kognitif, dan kualitas tidur pada lansia.

Dengan demikian, aktivitas fisik tidak hanya penting untuk menjaga berat badan, tetapi juga bermanfaat untuk melindungi kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup di setiap fase usia.

6. Bijak Memilih Menu Saat Makan di Restoran

Anda mungkin tidak selalu sempat memasak di rumah atau sering makan di luar seperti di restoran karena kesibukan sehari-hari. Saat makan di restoran, perhatikan cara pengolahan makanan yang akan Anda pilih.

Pilih menu yang lebih sehat, seperti salad atau hidangan yang dipanggang, dibakar, atau dikukus. Batasi konsumsi makanan yang digoreng (deep-fried) atau dimasak pada suhu sangat tinggi, karena umumnya makanan tersebut mengandung lebih banyak lemak dan kalori serta dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, berpotensi untuk meningkatkan risiko kanker.

7. Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Banyak makanan dan minuman viral dan kekinian yang menggoda. Namun, sering kali kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) di dalamnya melebihi anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Batas konsumsi GGL per orang per hari yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Gula: maksimal 4 sendok makan (±50 gram)

  • Garam: maksimal 1 sendok teh (±5 gram)

  • Lemak: maksimal 5 sendok makan (±67 gram)

Untuk menjaga kesehatan, batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi GGL, seperti minuman kemasan dan bersoda, makanan instan, gorengan, serta makanan olahan atau beku.

8. Pilih Camilan yang Lebih Sehat

Mulailah mengganti camilan Anda dengan pilihan yang lebih sehat. Selain sayur dan buah yang tinggi serat serta secara alami rendah gula, garam, dan lemak (GGL), Anda juga dapat memilih alternatif praktis seperti Diabetasol Nulife Wafer.

Diabetasol Nulife Wafer merupakan snack yang dibuat dengan cokelat asli, rendah gula, tanpa tambahan gula, dan tinggi serat pangan yang cocok untuk dinikmati sebagai camilan harian yang lebih bijak tanpa harus mengurangi kenikmatan rasa.

BACA JUGA: Gula untuk Diet: Pilihan Aman, Batas, dan Tips

Solusi Nutrisi Harian untuk Hidup Lebih Sehat Bagi yang Sibuk

Memulai hidup sehat tidak berarti harus mengubah segalanya dalam semalam. Membiasakan hal-hal kecil seperti mengatur pola makan, membatasi asupan gula, rutin beraktivitas fisik, serta menjaga kecukupan nutrisi dapat membantu menjaga kesehatan termasuk kestabilan gula darah setiap hari.

Di tengah kesibukan, menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan sesuatu yang penting untuk Anda yang ingin memulai atau menjalani gaya hidup sehat. Hal ini tidak hanya penting bagi orang dengan risiko diabetes, tetapi juga bagi Anda yang ingin tetap aktif dan produktif.

Oleh karena itu, selain menerapkan pola makan seimbang, penting bagi Anda untuk memilih asupan nutrisi yang tepat sebagai pelengkap kebutuhan harian.

Diabetasol Milk mengandung isomaltulosa dengan indeks glikemik rendah (GI 44), yang dicerna dan diserap tubuh secara lebih perlahan dibandingkan karbohidrat biasa. Proses cerna yang bertahap ini membantu pelepasan energi berlangsung lebih stabil, mendukung pengelolaan kadar gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari.

Jadi, di tengah jadwal yang super sibuk, tetap ingin hidup lebih sehat? Why Not? Pasti bisa, Kan ada DIA.


 

FAQ

Apakah hidup sehat harus dimulai dengan perubahan besar yang mendadak?

Tidak. Mulailah dari hal-hal sederhana dan bertahap seperti minum air putih yang cukup, tidak melewatkan sarapan, atau berjalan kaki selama 15-30 menit setiap hari.

Mengapa penting untuk melakukan cek kesehatan sebelum memulai pola hidup sehat?

Agar Anda mengetahui kondisi tubuh saat ini, termasuk risiko penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, sehingga pola hidup yang dijalani dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Bagaimana cara menjaga pola makan di tengah jadwal yang padat?

Siapkan menu sederhana dengan gizi seimbang, bawa bekal jika memungkinkan, dan batasi konsumsi makanan atau minuman instan yang umumnya tinggi gula, garam, dan lemak.

Apakah sarapan benar-benar penting bagi orang yang sibuk?

Ya. Sarapan membantu menyediakan energi untuk beraktivitas serta dapat membantu mengontrol rasa lapar dan mencegah makan berlebihan di siang maupun malam hari.

Berapa batas aman konsumsi gula per hari?

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi gula dianjurkan tidak lebih dari 4 sendok makan (±50 gram) per orang per hari.

Apa camilan yang lebih aman untuk dikonsumsi rutin?

Tentu saja camilan yang tinggi serat serta tanpa tambahan gula. Alternatif praktis seperti Diabetasol Nulife Wafer juga dapat menjadi pilihan untuk menikmati snack tanpa khawatir berlebihan.






 

REFERENSI:

  1. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. (2018, 8 Juni). 8 langkah menuju pola hidup sehat. Diakses pada 2 Maret, 2026, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/8-langkah-menuju-pola-hidup-sehat

  2. Gwin, J. A., & Leidy, H. J. (2018). Breakfast Consumption Augments Appetite, Eating Behavior, and Exploratory Markers of Sleep Quality Compared with Skipping Breakfast in Healthy Young Adults. Current developments in nutrition, 2(11), nzy074. https://doi.org/10.1093/cdn/nzy074

  3. Popkin, B. M., D'Anci, K. E., & Rosenberg, I. H. (2010). Water, hydration, and health. Nutrition reviews, 68(8), 439–458. https://doi.org/10.1111/j.1753-4887.2010.00304.x

  4. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (n.d.-c). Diakses pada 2 Maret, 2026, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2638/dampak-kurang-minum-air-putih

  5. World Health Organization: WHO. (2024, 26 Juni). Physical activity. Diakses pada 2 Maret, 2026, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity

  6. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (n.d.-d). Diakses pada 2 Maret, 2026 dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4265/tips-mengolah-makanan-yang-benar-agar-terhindar-dari-risiko-kanker

  7. Cegah meningkatnya diabetes, jangan berlebihan konsumsi gula, garam, lemak. (2024, 31 Januari). Kemenkes. Diakses pada 2 Maret, 2026 dari https://kemkes.go.id/id/cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak

 


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.