Medically Reviewed by: dr. Adeline Devita, AIFO-K - Health Communicator Kalbe Nutritionals
Ringkasan:
Pahami apa itu sugar craving, penyebabnya, serta bagaimana kebiasaan mengonsumsi makanan manis, pola makan, dan berbagai faktor biologis maupun psikologis dapat memicu keinginan berlebih untuk mengonsumsi makanan manis.
Kenali ciri-ciri sugar craving serta dampak konsumsi gula berlebihan terhadap kesehatan, seperti peningkatan asupan kalori, kenaikan berat badan, serta risiko obesitas dan gangguan metabolisme dalam jangka panjang.
Pelajari cara mengatasi sugar craving melalui pola makan seimbang, konsumsi makanan yang mengandung protein dan serat, serta memilih camilan dan alternatif pemanis yang sesuai untuk membantu mengontrol asupan gula harian.
Pernahkah Anda merasa ingin terus mengonsumsi makanan atau minuman manis? Kondisi ini disebut sugar craving. Sugar craving adalah dorongan kuat untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis yang dapat muncul meskipun seseorang tidak sedang merasa lapar.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor biologis, kebiasaan makan, maupun kondisi emosional. Pada sebagian orang, stres atau perubahan suasana hati juga dapat memengaruhi perilaku makan dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan manis.
Jika sugar craving mendorong seseorang untuk terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, kebiasaan tersebut dalam jangka panjang dapat meningkatkan asupan gula dan kalori secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Lalu, apa dampak sugar craving terhadap kesehatan? Bagaimana cara efektif untuk mengatasinya? Yuk, simak penjelasannya!
Sugar craving adalah keinginan kuat atau dorongan berlebih untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan mengendalikan keinginannya untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis, tetapi bukan berarti orang tersebut kecanduan terhadap gula.
Beberapa faktor yang dapat memicu sugar craving antara lain rasa lapar, pembatasan asupan makanan, kebiasaan mengonsumsi makanan manis, stres, kondisi emosional, serta paparan terhadap makanan dan minuman manis.
BACA JUGA: Tips Mengendalikan Keinginan Makan Manis (Sugar Craving)
Pernahkah Anda merasa ingin makan lebih banyak ketika sedang sedih atau stres? Kondisi emosional seperti stres dapat memengaruhi nafsu makan dan meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu, termasuk makanan manis. Hal ini berkaitan dengan interaksi kompleks antara faktor psikologis, pola makan, dan berbagai mekanisme biologis yang mengatur nafsu makan serta respons tubuh terhadap stres.
Pola makan yang tidak sehat dan konsumsi makanan atau minuman tinggi gula secara berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan menyebabkan kenaikan berat badan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Ciri utama dari sugar craving adalah munculnya keinginan kuat atau dorongan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis. Keinginan ini dapat muncul meskipun seseorang tidak sedang merasa lapar dan terkadang sulit untuk dikendalikan.
Pada sebagian orang, keinginan mengonsumsi makanan manis dapat meningkat ketika sedang mengalami stres, merasa sedih, atau mengalami perubahan suasana hati. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan makan dan faktor lingkungan.
Selain itu, berikut beberapa kebiasaan yang menunjukkan sugar craving:
Sering ingin makan atau mengonsumsi makanan dan minuman manis meskipun belum merasa lapar.
Menginginkan makanan manis ketika sedang stres, sedih, atau mengalami perubahan suasana hati.
Sulit mengendalikan keinginan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Sering memikirkan atau mencari makanan dan minuman manis.
Merasa ingin mengonsumsi makanan manis kembali dalam waktu singkat setelah sebelumnya mengonsumsinya.
BACA JUGA: Sering Dibeli, 5 Minuman Kekinian Ini Ternyata Tinggi Gula!
Pada kadar tertentu, gula dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Tubuh mendapatkan glukosa, yaitu sumber energi utama bagi sel, dari makanan yang mengandung karbohidrat, seperti nasi, roti, dan buah.
Namun, sugar craving tidak secara langsung menyebabkan obesitas atau diabetes. Jika keinginan tersebut mendorong seseorang untuk terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dalam jumlah berlebihan, asupan kalori dapat meningkat dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.
Berikut beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan:
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau terlalu sering. Jika kadar gula darah tinggi berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi pada mata, ginjal, dan saraf. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Selain mengatur asupan gula dan karbohidrat sesuai kebutuhan, penderita diabetes juga perlu memperhatikan pola makannya secara keseluruhan, termasuk asupan garam. Membatasi konsumsi garam berlebih dapat membantu menjaga tekanan darah dan mendukung kesehatan jantung serta pembuluh darah.
Sugar craving tidak secara langsung menyebabkan obesitas atau diabetes. Namun, jika keinginan tersebut membuat seseorang lebih sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dalam jumlah berlebihan, asupan kalori dapat meningkat dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.
Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan salah satu faktor risiko resistensi insulin. Pada kondisi ini, sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan efektif sehingga glukosa lebih sulit masuk ke dalam sel.
Jika gangguan ini berlangsung dalam jangka panjang dan kemampuan tubuh memproduksi insulin tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2.
Oleh karena itu, penting untuk mengelola sugar craving dan membatasi konsumsi makanan serta minuman tinggi gula sebagai bagian dari pola makan sehat dan seimbang.
BACA JUGA: Apa yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Konsumsi Makanan & Minuman Manis?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengelola sugar craving, mulai dari menerapkan pola makan yang seimbang hingga memilih makanan, minuman, serta camilan yang lebih sehat. Berikut penjelasan selengkapnya:
Atur pola makan dengan mengonsumsi sumber protein, serat, dan karbohidrat dalam jumlah yang seimbang sesuai kebutuhan tubuh. Memperhatikan jadwal makan juga penting agar tidak merasa terlalu lapar, yang dapat meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan dan minuman manis.
Anda dapat membuat jadwal makan yang teratur serta memperhatikan porsi dan kandungan gizi makanan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan mengontrol asupan gula harian.

Salah satu cara untuk membantu mengontrol rasa lapar adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan serat. Keduanya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga Anda dapat lebih mudah mengontrol asupan makanan.
Salah satu produk yang dapat Anda andalkan adalah Diabetasol Milk. Mengonsumsi Diabetasol Milk sebagai pengganti makan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, Anda dapat lebih mudah mengontrol keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Diabetasol Milk juga diperkaya dengan Vita Digest untuk membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan menjaga perut terasa kenyang lebih lama. Diabetasol Milk juga mengandung serat, protein, vitamin A, C, dan E, serta zinc. Formulanya rendah laktosa, tanpa tambahan gula pasir, dan bebas gluten.

Konsumsi camilan yang lebih sehat seperti Nulife Wafer juga dapat membantu Anda mengelola sugar craving. Apalagi, Nulife Wafer membantu menjaga asupan kalori tetap terkontrol karena hanya mengandung 90 kkal per sajian. Selain itu, camilan ini juga tanpa gula tambahan, tinggi serat, serta dibuat dengan cokelat asli yang tetap menghadirkan cita rasa nikmat.
Anda juga bisa menggunakan pengganti gula zero calorie seperti Nulife Sweetener untuk membantu mengurangi asupan gula dari minuman. Nulife Sweetener dapat digunakan untuk berbagai jenis minuman, mulai dari teh, kopi, hingga minuman favorit lainnya, baik disajikan hangat maupun dingin.
Sugar craving dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti faktor biologis, kebiasaan makan, dan kondisi emosional. Jika tidak dikelola dan mendorong konsumsi makanan atau minuman tinggi gula secara berlebihan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.
Namun, Anda dapat membantu mengelolanya dengan:
Menerapkan pola makan sehat dan seimbang
Memilih camilan yang lebih sehat
Mengatur gaya hidup dengan lebih seimbang
Ingin tahu lebih lanjut tentang diabetes dan cara mengelolanya? Jelajahi artikel lainnya di website kami. Temukan juga berbagai produk Diabetasol yang membantu Anda menjaga kadar gula darah tetap stabil.
Referensi
Meule, A. (2015). Back by popular demand: A narrative review on the history of food cravings. Yale Journal of Biology and Medicine, 88(2), 161–173.
Macht, M. (2008). How emotions affect eating: A five-way model. Appetite, 50(1), 1–11. https://doi.org/10.1016/j.appet.2007.07.002
Lane, M. M., Gamage, E., Du, S., Ashtree, D. N., McGuinness, A. J., Gauci, S., Baker, P., Lawrence, M., Rebholz, C. M., Srour, B., & Marx, W. (2023). Dietary sugar consumption and health: Umbrella review. BMJ, 381, e071609. https://doi.org/10.1136/bmj-2022-071609
Leidy, H. J., Clifton, P. M., Astrup, A., Wycherley, T. P., Westerterp-Plantenga, M. S., Luscombe-Marsh, N. D., Woods, S. C., & Mattes, R. D. (2015). The role of protein in weight loss and maintenance. The American Journal of Clinical Nutrition, 101(6), 1320S–1329S. https://doi.org/10.3945/ajcn.114.084038
Clark, M. J., & Slavin, J. L. (2013). The effect of fiber on satiety and food intake: A systematic review. Journal of the American College of Nutrition, 32(3), 200–211. https://doi.org/10.1080/07315724.2013.791194
World Health Organization. (2015). Guideline: Sugars intake for adults and children. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789241549028