Medically Reviewed by: dr. Laurencia Ardi, M. Gizi, AIFO-K - Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals
Memiliki perut buncit bisa bikin gerak kurang leluasa, cepat lelah, dan rasa percaya diri menurun. Lebih dari soal penampilan, perut buncit berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan serius sehingga perlu dikendalikan sejak dini.

Perut buncit umumnya disebabkan oleh penumpukan lemak di area perut, termasuk lemak yang menyelimuti organ dalam (lemak viseral), dan biasanya dipengaruhi pola makan tinggi kalori, gula, serta kurang aktivitas fisik.
Lemak viseral bersifat lebih “aktif” secara metabolik dan dikaitkan dengan risiko penyakit metabolik dan kardiovaskular dibanding lemak bawah kulit.
Lemak Subkutan: Berada tepat di bawah kulit, dapat dicubit, dan cenderung kurang berisiko dibanding viseral.
Lemak Viseral: Mengelilingi organ seperti hati dan usus; berhubungan dengan peradangan dan berbagai penyakit kronis.
Kelebihan lemak viseral terkait peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke karena berhubungan dengan tekanan darah, profil lemak darah, dan peradangan yang tidak sehat.
Perut buncit berkaitan dengan resistensi insulin yang dapat berkembang menjadi diabetes tipe 2 seiring waktu jika tidak dikendalikan.
Lemak viseral berhubungan dengan penumpukan lemak di hati (non-alcoholic fatty liver disease) yang dapat mengganggu fungsi hati.
Penumpukan lemak di rongga perut dapat memengaruhi fungsi organ dalam serta proses metabolik tubuh, sehingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Kelebihan lemak perut dikaitkan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker tertentu melalui jalur inflamasi dan hormonal.
Perut buncit dan kelebihan berat badan berkaitan dengan sleep apnea dan gangguan tidur, yang pada gilirannya memperburuk kesehatan metabolik.
Lemak viseral berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon yang memengaruhi metabolisme, nafsu makan, dan penyimpanan lemak.

Batasi gula tambahan, minuman manis, dan lemak tidak sehat; perbanyak sayur-buah, serat, serta sumber lemak baik untuk membantu mengurangi lemak perut.
Memprioritaskan karbohidrat kompleks dan berserat dengan indeks glikemik lebih rendah membantu kontrol gula darah dan nafsu makan.
Kombinasi latihan aerobik (jalan cepat, bersepeda) dan latihan kekuatan efektif menurunkan lemak total termasuk lemak perut, sekaligus menjaga massa otot.
Tidur yang cukup dan manajemen stres mendukung keseimbangan hormon dan kontrol berat badan, yang berpengaruh pada pengurangan lemak perut.
Batasi alkohol dan minuman berpemanis karena berkontribusi pada asupan kalori berlebih dan penumpukan lemak di area perut.
Pilih nasi merah, oat, biji-bijian utuh, dan umbi-umbian yang tinggi serat untuk rasa kenyang lebih lama dan dukungan kontrol berat badan.
Konsumsi ikan, ayam tanpa kulit, telur, tempe, atau tahu untuk membantu rasa kenyang, pemeliharaan otot, dan metabolisme yang lebih baik.
Masukkan lemak tak jenuh dari alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun dalam porsi wajar untuk mendukung kesehatan jantung dan metabolik.

Saat sedang berproses mengecilkan perut buncit, kamu berhak merasa ditemani, didengar, dan didukung setiap hari.
Diabetasol Milk hadir sebagai nutrisi lengkap dan seimbang untuk kontrol gula darah, membantu kamu tetap tenang merawat diri sambil menjaga ritme hidup yang kamu cintai.
Mengandung Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang cocok untuk Anda yang ingin mengontrol gula darah.
Jelajahi artikel lainnya untuk inspirasi menu ramah gula, kunjungi halaman produk, dan hubungi kami bila ada pertanyaan lain. Jangan lupa untuk cek resiko diabetes Anda.
Punya cerita inspiratif bersama Diabetasol? Yuk, bagikan pengalaman Anda di laman Bahagia Bareng Dia dan jadilah penyemangat bagi yang lain!
Kamu gaperlu takut menjaga gula darah, karena kamu #PunyaDia, hanya Diabetasol yang selalu #StandByYou, untuk bantu kamu bisa selalu #BahagiaBarengDia.
Referensi: