Close
News And Articles

Bagaimana Memilih Minuman Nutrisi yang Sesuai dengan Kebutuhan Tubuh?

Bagaimana Memilih Minuman Nutrisi yang Sesuai dengan Kebutuhan Tubuh?

Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals

 

Ringkasan:

  • Memilih minuman nutrisi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada rasa atau klaim di kemasan, tetapi juga pada kandungan gizi dan komposisi bahan yang tercantum pada label informasi nilai gizi produk. Perhatikan takaran saji, karena nilai nutrisi yang tertera biasanya dihitung per sajian, bukan untuk seluruh isi kemasan.

  • batasi konsumsi gula, garam, dan lemak sesuai anjuran harian, seperti prinsip G4-G1-L5 dari Kementerian Kesehatan RI. Hal ini penting untuk membantu menjaga kesehatan metabolik serta menurunkan risiko penyakit tidak menular, seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
     

 

Saat ini pilihan minuman kemasan sangat beragam, mulai dari jus buah, susu, hingga minuman nutrisi yang menawarkan manfaat kesehatan tertentu. Kehadiran produk-produk ini memang memudahkan banyak orang untuk mendapatkan asupan nutrisi tambahan. 

Namun, banyaknya pilihan juga sering membuat kita memilih minuman hanya berdasarkan rasa, merek, atau klaim yang tertulis di bagian depan kemasan. Padahal, informasi yang paling penting justru terdapat pada label informasi nilai gizi dan komposisi di bagian belakang kemasan produk.

Anda perlu mengetahui kandungan gula, jenis karbohidrat, lemak, protein, hingga vitamin dan mineral yang terdapat di dalam minuman yang dikonsumsi. Dari situlah, Anda dapat menilai apakah minuman tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Berikut ini beberapa tips memilih minuman nutrisi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

BACA JUGA: Minuman Rendah Gula untuk Jaga Gula Darah

Perhatikan Takaran Saji

Salah satu hal yang sering disalahpahami adalah takaran saji pada label informasi gizi. Banyak orang mengira angka nutrisi yang tertera berlaku untuk seluruh isi botol, padahal sering kali nilai tersebut hanya untuk satu porsi sajian.

Misalnya, jika sebuah minuman mencantumkan “dua sajian per kemasan”, maka menghabiskan satu botol berarti mengonsumsi dua kali lipat dari nilai gizi yang tercantum. Dengan memahami takaran saji, Anda dapat menghindari konsumsi kalori atau gula berlebihan yang tidak disadari.

Pahami Angka Kecukupan Gizi (AKG)

AKG

Image: Freepik

Setelah memahami takaran saji, langkah penting selanjutnya adalah memahami persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada label kemasan.

AKG menginformasikan persentase kebutuhan nutrisi harian tubuh yang dapat dipenuhi oleh satu porsi sajian minuman tersebut. Sebagai contoh:

  • Jika sebuah minuman memperlihatkan %AKG untuk vitamin C sebesar 50%.

  • Maka artinya mengonsumsi satu sajian minuman tersebut sudah memenuhi setengah dari kebutuhan vitamin C Anda dalam sehari.

  • Begitu pula jika %AKG menunjukkan nilai 20%, maka kebutuhan nutrisi tersebut telah terpenuhi sebanyak 20% saat dikonsumsi sesuai takaran saji.

Untuk mempermudah penilaian saat membaca label, Anda dapat menggunakan panduan dasar berikut:

  • Kandungan suatu nutrisi dalam minuman dianggap rendah jika persentase AKG-nya kurang dari 5%.

  • Kandungan suatu nutrisi dalam minuman dianggap tergolong tinggi jika angkanya lebih dari 20%.

Mengecek persentase AKG membantu Anda dapat menyesuaikan asupan minuman siap saji dengan total kalori dan kebutuhan gizi harian yang tepat untuk tubuh.

Waspadai Gula, Garam, dan Lemak

Selain takaran saji, kandungan gula, garam, dan lemak juga perlu diperhatikan. Kementerian Kesehatan RI menganjurkan batas konsumsi harian yang dikenal sebagai G4-G1-L5, yaitu maksimal empat sendok makan gula, satu sendok teh garam, dan lima sendok makan lemak per hari.

Minuman manis sering menjadi sumber gula tambahan yang tidak disadari. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.

Untuk mengetahui apakah sebuah minuman tergolong tinggi gula, cara termudah adalah dengan melihat daftar komposisi atau ingredients pada label.

Perlu diketahui bahwa bahan-bahan selalu disusun berdasarkan berat, dari yang terbanyak hingga ke paling sedikit. Jika gula (atau istilah lain yang menyamarkan gula seperti sukrosa, sirup jagung, dekstrosa) berada di posisi tiga besar, itu tandanya minuman tersebut memiliki kandungan gula yang tinggi.

BACA JUGA: 6 Daftar Makanan dengan Indeks Glikemik Rendah

Periksa Kondisi Kemasan

Selain kandungan gizi, kondisi kemasan juga penting diperhatikan. Pastikan botol atau kemasan tidak penyok, bocor, atau retak. Kemasan yang rusak bisa menandakan kualitas produk sudah menurun.

Jangan lupa juga untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Minuman yang sudah melewati masa berlaku tidak hanya kehilangan manfaat nutrisinya, tetapi juga bisa menimbulkan gangguan pencernaan.

Anda perlu membaca label dan memahami komposisi minuman untuk membantu menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh. Dengan memperhatikan takaran saji, kandungan gula, serta kualitas nutrisi, kita dapat menjaga metabolisme tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko penyakit kronis.

Minuman nutrisi memang praktis, tetapi keputusan akhirnya tetap berada di tangan Anda sebagai konsumen.

Pilih Minuman Sesuai Kebutuhan

banner

Setiap jenis minuman nutrisi memiliki manfaat yang berbeda. Karena itu, jika tujuan utama Anda adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil, penting untuk lebih cermat memperhatikan komposisi gizinya. 

Artinya, pilihlah minuman yang tidak hanya bebas gula, tetapi juga diformulasikan untuk membantu memperlambat proses pencernaan. Salah satu pilihan yang tepat adalah Diabetasol Milk. Kenapa?

Diabetasol Milk mengandung Vita Digest yang membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan demikian, tubuh dapat tetap bertenaga saat menjalani aktivitas harian.

Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat dalam Diabetasol Milk antara lain:

  • Isomaltulosa, yakni karbohidrat lepas lambat untuk membantu menjaga gula darah tetap stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kandungan ini turut berperan menjadikan Diabetasol Milk sebagai minuman dengan indeks glikemik rendah (GI = 44).

  • Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan

  • Protein dengan 45% whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Diabetasol Milk dapat dikonsumsi 2 kali sehari dengan 4 sendok takar, baik diminum langsung maupun diolah menjadi smoothies bersama buah atau oatmeal sebagai pilihan minuman nutrisi yang lebih mengenyangkan.

Dengan memilih minuman nutrisi yang kandungannya sesuai kebutuhan tubuh, lalu dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang teratur, kadar gula darah dapat lebih terkontrol dan energi tubuh cenderung lebih stabil sepanjang hari.

Jadi, punya beragam aktivitas harian yang padat? Why Not? Enjoy Aja, Kan Ada DIA yang membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian Anda.

FAQ

Mengapa penting membaca label nutrisi pada minuman kemasan?

Label nutrisi membantu konsumen mengetahui kandungan gula, kalori, protein, dan nutrisi lain dalam minuman. Informasi ini penting untuk menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh.

Apa bedanya "takaran saji" dengan total isi dalam satu kemasan?

Ini adalah poin yang paling sering membingungkan. Nilai gizi yang tertera pada label biasanya hanya berlaku untuk satu kali penyajian (misalnya setengah botol). Jika Anda menghabiskan satu botol penuh yang berisi dua takaran saji, maka Anda telah mengonsumsi dua kali lipat jumlah kalori dan gula yang tertulis di label tersebut.

Bagaimana cara termudah mengetahui apakah sebuah minuman tinggi gula?

Lihatlah daftar komposisi atau ingredients. Bahan-bahan disusun berdasarkan berat terbanyak ke paling sedikit. Jika gula (atau istilah lain seperti sukrosa, sirup jagung, dekstrosa) berada di posisi tiga besar, itu tandanya minuman tersebut memiliki kandungan gula yang cukup tinggi.

Apa maksud dari aturan G4-G1-L5 yang disarankan Kemenkes RI?

G4-G1-L5 adalah batas konsumsi harian untuk menjaga kesehatan: maksimal 4 sendok makan Gula (50 gram), 1 sendok teh Garam (2 gram), dan 5 sendok makan Lemak/minyak (67 gram). Memperhatikan label pada minuman kemasan sangat membantu agar Anda tidak melewati batas ini secara tidak sadar.

Apa yang perlu diperhatikan pada kemasan minuman?

Pastikan kemasan tidak penyok, bocor, atau retak, serta periksa tanggal kedaluwarsa. Kemasan yang rusak dapat memengaruhi kualitas dan keamanan produk.

 

Referensi:

  1. Cegah meningkatnya diabetes, jangan berlebihan konsumsi gula, garam, lemak. (2024, January 31). Kemenkes. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://kemkes.go.id/id/%20cegah-meningkatnya-diabetes-jangan-berlebihan-konsumsi-gula-garam-lemak

  2. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. (2019, December 11). Ketahui cara membaca informasi nilai gizi disini. Diakses pada 31 Maret 2026, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/ketahui-cara-membaca-informasi-nilai-gizi-disini

  3. Harvard Health. (2020). Supplemental Nutrition Drinks: Help or Hype? Diakses pada 10 Maret 2026, dari https://www.health.harvard.edu/healthy-aging-and-longevity/supplemental-nutrition-drinks-help-or-hype

  4. Mondal, Soumya & Paul, Arkoprovo & Ghosh, Arka & Ganguly, Shairee & Sikdar, Dolanchapa. (2024). Exploring Nutritious Health Drink A Comprehensive Review. 11. 317-325. 

  5. Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI. (2024, October 23). Menghindari Keracunan Makanan: Tips Keamanan Pangan Untuk Keluarga di Rumah. Retrieved March 31, 2026, from https://ayosehat.kemkes.go.id/menghindari-keracunan-makanan-tips-keamanan-pangan-untuk-keluarga-di-rumah


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.