Close
News And Articles

5 Tips Agar Tetap Nyaman Puasa Seharian

5 Tips Agar Tetap Nyaman Puasa Seharian

Ringkasan: 

  • Puasa membuat tubuh harus menjaga keseimbangan energi dalam waktu lama, terutama kadar gula darah. Jika gula darah naik atau turun terlalu cepat, tubuh bisa terasa lemas, pusing, bahkan memicu masalah kesehatan. Karena itu, pola makan dan pemilihan makanan selama Ramadan perlu diatur dengan baik.

  • Bagi orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, puasa sebaiknya didahului konsultasi dengan tenaga medis. Dokter dapat menilai tingkat risiko, menyesuaikan dosis obat atau insulin, serta menentukan jadwal pemeriksaan gula darah. Persiapan ini idealnya dilakukan sekitar 6-8 minggu sebelum Ramadan.

  • .Sahur sebaiknya dilakukan mendekati waktu imsak dengan makanan bergizi seperti karbohidrat kompleks, protein, serta sayur dan buah tinggi serat agar energi bertahan lebih lama. Saat berbuka, dianjurkan memulai dengan porsi kecil seperti kurma dan air putih sebelum makan utama.

 

Berpuasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama belasan jam sehingga dapat terjadi gangguan keseimbangan kadar gula darah dan tubuh perlu menjaga ketersediaan energi untuk beraktivitas. 

Jika kadar gula darah tidak terkontrol, misalnya menjadi terlalu rendah atau terlalu tinggi, kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan dan meningkatkan risiko masalah kesehatan.

Oleh karena itu, pengaturan pola makan selama Ramadan perlu diperhatikan dan tidak hanya berfokus pada rasa kenyang. Pemilihan jenis makanan serta waktu makan yang tepat dapat membantu menjaga kestabilan gula darah dan ketersediaan energi hingga waktu berbuka.

Pentingnya Persiapan Sebelum Ramadan

Pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, konsultasi dengan tenaga medis sebelum menjalankan puasa sangat dianjurkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah kondisi kesehatannya memungkinkan dan aman untuk menjalankan ibadah puasa.

Dokter akan menilai risiko serta dampak puasa terhadap kondisi pasien, termasuk kemampuan dan ketahanan pasien untuk menjalani puasa. Dokter juga akan memberikan edukasi mengenai risiko yang dapat dialami pasien diabetes selama puasa Ramadan, pemantauan kadar gula darah, pengaturan nutrisi dan aktivitas fisik yang tepat, serta penyesuaian terapi obat.

Persiapan kesehatan sebaiknya dilakukan sekitar 1-2 bulan sebelum Ramadan. Dengan perencanaan yang baik, pengelolaan kadar gula darah selama puasa diharapkan dapat dilakukan dengan lebih optimal.

Strategi Sahur agar Jadi Fondasi Energi Seharian

Sahur bukan sekadar makan sebelum imsak. Waktu makan ini berperan penting dalam menyediakan energi yang dibutuhkan tubuh untuk beraktivitas selama berpuasa hingga waktu berbuka.

Sahur dianjurkan dilakukan mendekati waktu imsak agar durasi lambung kosong menjadi lebih pendek dan energi dari makanan dapat dimanfaatkan lebih maksimal selama berpuasa. Selain waktu makan, jenis makanan yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum, dan kacang-kacangan disarankan untuk dikonsumsi karena dicerna lebih lambat oleh tubuh. Dengan demikian, energi dilepaskan secara bertahap dan membantu menjaga kestabilan gula darah. 

Tambahkan pula sayur dan buah yang kaya serat dalam menu sahur karena dapat mendukung kesehatan pencernaan serta membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama selama berpuasa.

Jangan Terlalu Terburu-buru Makan saat Buka Puasa

Setelah menahan lapar dan haus seharian, wajar jika muncul keinginan untuk langsung makan banyak saat berbuka. Namun, kebiasaan ini dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat serta menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Oleh sebab itu, dianjurkan untuk berbuka puasa dengan makan makanan manis dalam porsi kecil, misalnya 3 butir kurma dan segelas air putih. Kurma mengandung gula alami yang dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat serta serat yang baik untuk pencernaan.

Setelah itu, makanan utama dapat dikonsumsi secara bertahap. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu manis, berminyak, atau digoreng dalam jumlah berlebihan karena dapat meningkatkan asupan kalori dan memengaruhi kestabilan gula darah.

Porsi makanan saat berbuka dapat mengikuti prinsip “Isi Piringku” yaitu

  • 1/4 piring sumber karbohidrat;

  • 1/4 piring sumber protein; dan

  • 1/2 piring sayur dan buah.

Dengan mengikuti panduan ini, tubuh dapat memperoleh asupan gizi yang lebih seimbang setelah berpuasa.

Penuhi Kebutuhan Cairan dan Tetap Aktif Selama Puasa

Selama Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi. Cara yang paling mudah adalah dengan membagi konsumsi air menjadi 2 gelas saat sahur, 2 gelas saat berbuka, dan 4 gelas setelah berbuka hingga malam hari, sehingga totalnya sekitar 8 gelas per hari.

Sebaliknya, minuman berkafein seperti kopi atau teh sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena kafein bersifat diuretik sehingga berpotensi meningkatkan pengeluaran cairan tubuh.

Aktivitas fisik tetap dapat dilakukan selama berpuasa, tetapi sebaiknya dengan intensitas ringan hingga sedang. Waktu yang ideal untuk berolahraga adalah menjelang atau setelah berbuka, agar tubuh tetap memiliki energi yang cukup.

Terus Pantau Gula Darah

Bagi penderita diabetes,  memantau kadar gula darah selama berpuasa merupakan hal yang sangat penting. Pemeriksaan dapat dilakukan pada beberapa waktu, seperti saat sahur, pagi hari, siang hari, menjelang berbuka, serta sekitar dua jam setelah makan malam.

Pemeriksaan gula darah dengan menusuk ujung jari umumnya tidak dianggap membatalkan puasa menurut sebagian besar pendapat ulama.

 

Namun, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Puasa sebaiknya segera dibatalkan jika kadar gula darah turun di bawah 70 mg/dL atau meningkat di atas 300 mg/dL.

Puasa juga perlu dibatalkan jika muncul gejala seperti gemetar, keringat dingin, pusing berat, atau kebingungan. Dalam kondisi tersebut, membatalkan puasa justru menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Tambahan Nutrisi agar Kuat Puasa Tanpa Takut Lonjakan Gula Darah

Enjoy Aja

Selain memilih makanan yang tepat, kebutuhan nutrisi harian juga perlu diperhatikan selama berpuasa. Tubuh tetap memerlukan karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dan mineral dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan dan fungsi tubuh yang optimal. Nutrisi yang seimbang membantu menjaga ketersediaan energi sehingga tubuh tetap bertenaga selama berpuasa.

Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Diabetasol Milk. Produk ini memiliki indeks glikemik rendah serta kandungan Vita Digest yang membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan sekaligus bikin kenyang lebih lama.

Diabetasol Milk dapat dikonsumsi 2x sehari saat sahur dan setelah berbuka puasa dengan 4 sendok takar. Penyajiannya juga praktis, bisa diminum hangat atau diolah menjadi smoothies.

Beberapa keunggulan nutrisi yang terdapat dalam Diabetasol Milk antara lain:

  • Mengandung Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat dengan indeks glikemik rendah (GI 44) yang membantu menjaga gula darah tetap stabil dan membuat kenyang lebih lama

  • Tinggi vitamin A, C, dan E serta sumber zinc untuk membantu menjaga daya tahan tubuh

  • Sumber serat

  • Sumber protein dengan 45% whey berkualitas tinggi yang mudah dicerna

  • Rendah laktosa

  • Tanpa penambahan gula pasir

  • Bebas gluten

Dengan pengaturan pola makan dan asupan nutrisi yang seimbang, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman sekaligus membantu menjaga kestabilan gula darah.

 

FAQ

Apakah penderita diabetes wajib konsultasi dokter sebelum puasa?

Penderita diabetes sangat disarankan untuk berkonsultasi ke dokter 1-2 bulan sebelum menjalankan puasa Ramadan. Dokter akan menilai tingkat risiko, menyesuaikan terapi, serta membantu menyusun jadwal pemantauan gula darah selama berpuasa.

Bagaimana porsi makan yang ideal saat berbuka agar gula darah tidak melonjak?

Mulailah berbuka dengan makanan porsi kecil, misalnya satu atau dua butir kurma dan segelas air putih. Untuk makan utama, gunakan prinsip “Isi Piringku”, yaitu 1/4 piring sumber karbohidrat, 1/4 piring sumber protein, serta 1/2 piring sayur dan buah. Hindari konsumsi makanan yang terlalu manis atau gorengan secara berlebihan.

Apakah melakukan tes gula darah dengan menusuk jari dapat membatalkan puasa?

Menurut sebagian besar pendapat ulama dan tenaga medis, pemeriksaan gula darah dengan menusuk ujung jari tidak membatalkan puasa. Pemantauan ini justru penting dilakukan secara berkala, misalnya saat sahur, siang hari, dan menjelang berbuka, untuk memastikan kadar gula darah tetap terkontrol.

Kapan sebaiknya konsumsi Diabetasol Milk saat bulan Ramadan?

Diabetasol Milk dapat dikonsumsi 2 kali sehari, yaitu saat sahur karena mengandung isomaltulosa sebagai sumber karbohidrat lepas lambat yang membantu mempertahankan energi dan rasa kenyang lebih lama, serta setelah berbuka untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan mendukung kestabilan gula darah.

 

REFERENSI:


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.