Close
News And Articles 27/04/2026

Jangan Diabaikan, Ini Alasan Kenapa Pagi Hari Gula Darah Lebih Tinggi

Jangan Diabaikan, Ini Alasan Kenapa Pagi Hari Gula Darah Lebih Tinggi

 

Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals
 

Ringkasan: 

  • Gula darah yang tinggi di pagi hari sering kali membingungkan karena selama 6-9 jam tubuh tidak makan atau konsumsi karbohidrat. Namun, ternyata kondisi gula darah tinggi bisa dipicu oleh beberapa faktor, seperti Dawn Phenomenon, penurunan kadar insulin saat malam, hingga Somogyi Effect yang merupakan respons tubuh terhadap gula darah rendah saat tidur.

  • Jika kondisi gula darah tinggi terjadi sesekali, kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Namun, jika berlangsung terus-menerus, terutama pada diabetesi, hal ini dapat menjadi tanda bahwa pengelolaan gula darah belum optimal dan berisiko menimbulkan komplikasi.

  • Oleh karena itu, penting untuk Anda memahami penyebabnya serta menerapkan pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan gula darah yang tepat agar kadar gula darah tetap stabil, termasuk di pagi hari.

 

Banyak orang mengira bahwa setelah tidur semalaman tanpa makan, kadar gula darah akan menurun. Namun, pada sebagian orang justru terjadi hal yang sebaliknya. Ada beberapa penyebab mengapa kadar gula darah bisa meningkat saat bangun tidur. Yuk, temukan jawabannya dalam artikel ini.

Apakah Gula Darah Tinggi di Pagi Hari Berbahaya?

Jika kenaikan gula darah hanya terjadi sesekali, biasanya tidak memberikan dampak besar terhadap nilai HbA1c, yaitu indikator rata-rata kadar gula darah dalam jangka waktu 3 bulan.

Namun, jika terjadi secara berulang, khususnya pada diabetesi, gula darah tinggi di pagi hari dapat menjadi tanda bahwa pengelolaan diabetes belum optimal.

Dalam jangka panjang, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti gangguan pada pembuluh darah, saraf, serta organ penting seperti jantung, ginjal, dan mata.

BACA JUGA: Sudah Berhenti Makan Manis tapi Gula Darah Masih Tinggi? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari

Penyebab Gula Darah Tinggi di Pagi Hari

Penyebab Gula Darah Tinggi di Pagi Hari

Image: Freepik

Kondisi gula darah tinggi di pagi hari umumnya dipicu oleh Dawn Phenomenon, yaitu peningkatan hormon tertentu pada dini hari yang menyebabkan hati melepaskan glukosa. Pada sebagian orang, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh ketidakseimbangan kadar insulin selama malam hari, terutama pada pengguna insulin atau pada kondisi resistensi insulin.

Selain itu, terdapat teori lain yang lebih jarang dan masih diperdebatkan, yaitu Somogyi Effect, yang menjelaskan kemungkinan kenaikan gula darah sebagai respons terhadap hipoglikemia saat tidur.

1. Dawn Phenomenon

Salah satu penyebab paling umum gula darah tinggi di pagi hari adalah kondisi yang dikenal sebagai Dawn Phenomenon atau fenomena fajar.

Kondisi ini terjadi secara alami, biasanya antara pukul 03.00 hingga 08.00 pagi. Pada waktu tersebut, tubuh meningkatkan produksi hormon seperti kortisol, hormon pertumbuhan, dan katekolamin. Hormon-hormon ini memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah sebagai sumber energi agar tubuh siap beraktivitas saat bangun.

Dalam kondisi normal, pankreas akan merespons dengan melepaskan insulin untuk menjaga kadar gula darah tetap seimbang. Namun pada penderita diabetes, produksi insulin yang tidak cukup atau adanya resistensi insulin dapat menyebabkan kadar gula darah tetap tinggi saat bangun pagi.

Gejala Dawn Phenomenon 

Dawn Phenomenon ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di pagi hari dan umumnya dapat terjadi secara berulang dalam beberapa hari. Bergantung pada seberapa besar kenaikan kadar gula darahnya, pada saat bangun tidur, Anda bisa mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Rasa haus yang meningkat

  • Mudah merasa lapar

  • Lebih sering buang air kecil

  • Sakit kepala

  • Mudah merasa lelah atau mudah tersinggung

  • Penglihatan menjadi kabur

Gejala-gejala ini sering kali tidak disadari atau dianggap sebagai kelelahan biasa, padahal dapat menjadi tanda bahwa kadar gula darah sedang tidak terkontrol dengan baik.

2. Penurunan Efek Insulin pada Malam Hari

Kadar gula darah juga bisa meningkat di pagi hari jika efek insulin dalam tubuh tidak mencukupi selama malam hari. Hal ini dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti dosis insulin yang kurang tepat atau durasi kerja insulin yang tidak cukup hingga pagi hari.

Sebagai contoh, jika insulin kerja panjang diberikan terlalu awal atau dosisnya terlalu rendah, efeknya mungkin tidak bertahan hingga pagi. Akibatnya, tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk mengontrol produksi glukosa oleh hati, sehingga kadar gula darah dapat meningkat saat bangun tidur.

BACA JUGA: Kenali Fungsi Insulin, Hormon Pengontrol Gula Darah

3. Somogyi Effect

Somogyi Effect adalah kondisi yang secara teori terjadi ketika kadar gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia) pada malam hari, kemudian tubuh merespons dengan peningkatan hormon kontra-regulasi yang dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah di pagi hari.

Kondisi ini dapat terjadi, misalnya, ketika seseorang menggunakan dosis insulin yang terlalu tinggi sebelum tidur atau melewatkan asupan makan malam. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan merespons hipoglikemia dengan melepaskan hormon seperti glukagon, adrenalin, dan kortisol untuk meningkatkan kadar gula darah sebagai bentuk “perlindungan” tubuh.

Efek ini diduga dapat menyebabkan lonjakan gula darah di pagi hari. Somogyi Effect lebih sering dibahas pada penderita diabetes yang menggunakan insulin, meskipun keberadaannya masih diperdebatkan dalam literatur medis modern.

BACA JUGA: Kasus Diabetes di Anak Muda Meningkat di Indonesia, Bagaimana Pola Hidup Sehat yang Tepat?

Apa Perbedaan Somogyi Effect dengan Dawn Phenomenon? 

Somogyi Effect dan Dawn Phenomenon sama-sama dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat di pagi hari. Namun, kedua kondisi ini memiliki penyebab yang berbeda.

Dawn Phenomenon terjadi karena peningkatan hormon alami tubuh pada dini hari, seperti kortisol dan hormon pertumbuhan, yang mendorong hati melepaskan glukosa. Kondisi ini merupakan bagian dari ritme biologis tubuh dan tidak didahului oleh penurunan gula darah.

Sebaliknya, Somogyi Effect secara teori terjadi sebagai respons tubuh terhadap kadar gula darah yang terlalu rendah saat malam hari (hipoglikemia). Ketika gula darah turun, tubuh melepaskan hormon kontra-regulasi untuk menaikkan kembali kadar gula darah, yang kemudian diduga dapat menyebabkan peningkatan gula darah saat bangun pagi. Namun, keberadaan mekanisme ini masih diperdebatkan dalam literatur medis modern.

Lalu, bagaimana cara membedakan keduanya?

Salah satu cara yang dapat membantu adalah dengan memantau kadar gula darah pada beberapa waktu berbeda di malam hingga pagi hari. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  • Periksa kadar gula darah sebelum tidur selama beberapa malam berturut-turut

  • Lakukan pemeriksaan ulang sekitar pukul 03.00 dini hari

  • Periksa kembali kadar gula darah saat bangun pagi

Jika kadar gula darah menunjukkan kondisi rendah pada dini hari, namun meningkat saat bangun tidur, hal ini dapat mengarah pada dugaan Somogyi Effect, meskipun mekanisme ini masih diperdebatkan dalam literatur medis modern. 

Sebaliknya, jika kadar gula darah tetap normal atau meningkat secara bertahap sejak dini hari hingga pagi, kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh Dawn Phenomenon. Namun, untuk memastikan penyebabnya secara lebih akurat, sebaiknya tetap dilakukan evaluasi oleh tenaga medis. 

Cara Membantu Mengontrol Gula Darah di Pagi Hari

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil di pagi hari, seperti:

  • Periksa gula darah sebelum tidur untuk mengetahui kondisi awal dan membantu memantau pola perubahan gula darah saat bangun di pagi hari.

  • Pilih makanan dengan komposisi seimbang, seperti rendah gula dan tinggi serat, untuk membantu menjaga kestabilan gula darah saat malam hari.

  • Lakukan aktivitas fisik ringan secara rutin karena dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin. Anda bisa berjalan kaki atau jogging ringan selama 30 menit per hari.

  • Penderita diabetes dianjurkan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis terkait penggunaan insulin dan obat-obatan lainnya agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

banner

Menjaga kadar gula darah tetap stabil tidak hanya bergantung pada pola makan dan aktivitas fisik harian, tetapi juga pada pemilihan asupan nutrisi yang tepat.

Konsumsi Diabetasol Milk 2 kali sehari, masing-masing 4 sendok takar, dapat menjadi bagian dari upaya untuk membantu manajemen gula darah.

Diabetasol Milk diformulasikan sebagai nutrisi lengkap dengan indeks glikemik rendah serta diperkaya dengan Vita Digest, yang membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, Diabetasol Milk juga dilengkapi dengan serat, vitamin A, C, dan E serta Zinc, protein, rendah laktosa, tanpa gula pasir, dan bebas gluten yang mendukung kebutuhan nutrisi harian.

Jangan biarkan gula darah tinggi terus membatasi aktivitas harian Anda sejak pagi. Dengan pilihan nutrisi yang tepat, Anda tetap bisa menikmati hidup dengan lebih optimal. Enjoy Aja, Why Not? Kan Ada DIA.

 

FAQ

Kenapa gula darah bisa tinggi padahal tidak makan semalaman?

Gula darah bisa tetap tinggi meskipun tidak makan semalaman karena tubuh secara alami melepaskan hormon seperti kortisol dan hormon pertumbuhan pada dini hari (sekitar pukul 03.00–08.00 pagi). Hormon ini dapat merangsang hati untuk melepaskan glukosa ke dalam darah.

Apakah gula darah tinggi di pagi hari selalu berbahaya?

Tidak selalu. Jika hanya terjadi sesekali, biasanya tidak menimbulkan masalah yang berarti. Namun, jika terjadi secara berulang, kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa kadar gula darah perlu dipantau dan dikelola lebih baik, terutama pada penderita diabetes.

Apa perbedaan Dawn Phenomenon dan Somogyi effect?

Dawn Phenomenon terjadi karena peningkatan hormon alami pada dini hari yang menyebabkan kenaikan gula darah. Sedangkan Somogyi Effect secara teori terjadi ketika gula darah turun terlalu rendah saat malam hari, lalu tubuh merespons dengan kenaikan gula darah pada pagi hari. Namun, keberadaan Somogyi Effect masih diperdebatkan dalam literatur medis modern.

Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga gula darah tetap stabil di pagi hari?

Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain mengatur pola makan malam, memilih makanan rendah indeks glikemik, rutin beraktivitas fisik, serta memantau kadar gula darah secara berkala. Pemilihan nutrisi yang tepat juga dapat membantu mendukung kestabilan gula darah.

 

Referensi:

  1. American Diabetes Association. High Morning Blood Glucose: Understanding and Management. Diakses pada 6 April 2026, dari https://diabetes.org/living-with-diabetes/high-morning-blood-glucose

  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Diakses pada 6 April 2026, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4047/pentingnya-pemeriksaan-hba1c

  3. Matoori S. (2022). Diabetes and its Complications. ACS pharmacology & translational science, 5(8), 513–515. https://doi.org/10.1021/acsptsci.2c00122

  4. O'Neal TB, Luther EE. Dawn Phenomenon. [Updated 2023 May 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; Diakses pada 6 April 2026, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430893/

  5. Reyhanoglu G, Rehman A. Somogyi Phenomenon. [Updated 2023 May 16]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; Diakses pada 6 April 2026, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551525/

  6. Cleveland Clinic. (2023). Dawn Phenomenon. Diakses pada 6 April 2026, dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24553-dawn-phenomenon

  7. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Diakses pada 6 April 2026, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4047/pentingnya-pemeriksaan-hba1c

  8. Manage blood sugar. (2024, May 15). Diabetes. Diakses pada 6 April 2026, dari https://www.cdc.gov/diabetes/treatment/index.html

  9. Colberg, S. R., Sigal, R. J., Yardley, J. E., Riddell, M. C., Dunstan, D. W., Dempsey, P. C., Horton, E. S., Castorino, K., & Tate, D. F. (2016). Physical Activity/Exercise and Diabetes: A Position Statement of the American Diabetes Association. Diabetes care, 39(11), 2065–2079. https://doi.org/10.2337/dc16-1728


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.