Close
News And Articles 25/06/2024

Ketahui Perbedaan Ciri-Ciri Gula Darah Rendah & Gula Darah Tinggi

Terakhir diperbarui 03 Aug 2026
Ketahui Perbedaan Ciri-Ciri Gula Darah Rendah & Gula Darah Tinggi

 

Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Health Communicator Kalbe Nutritionals

 

Ringkasan:

  • Gula darah rendah (hipoglikemia) dan gula darah tinggi (hiperglikemia) merupakan dua kondisi yang sama-sama berkaitan dengan kadar gula darah, tetapi memiliki penyebab dan gejala yang berbeda.

  • Hipoglikemia ditandai dengan kadar gula darah yang terlalu rendah dan dapat menyebabkan tubuh gemetar, lemas, hingga pada kondisi yang berat menyebabkan kehilangan kesadaran. Sementara itu, hiperglikemia terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi dan umumnya ditandai dengan rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, serta tubuh mudah lelah.

  • Memahami tanda-tanda kedua kondisi ini penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, memantau kadar gula darah, serta menjalani gaya hidup sehat dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil dan mendukung pengelolaan diabetes serta menurunkan risiko komplikasi di kemudian hari.

 

Menjaga kadar gula darah tetap stabil penting untuk membantu mencegah berbagai masalah kesehatan. Dua kondisi yang berkaitan dengan kadar gula darah adalah gula darah rendah (hipoglikemia) dan gula darah tinggi (hiperglikemia).

Meski sama-sama berkaitan dengan kadar gula darah, keduanya memiliki penyebab dan gejala yang berbeda. Mengenali ciri-ciri gula darah rendah dan ciri-ciri gula darah tinggi sejak awal bisa membantu Anda mengambil tindakan yang tepat.

Di artikel ini, kita akan membahas perbedaan keduanya, mulai dari penyebab, gejala, hingga risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Simak sampai habis ya!

BACA JUGA: Penyebab Kadar Gula Darah Sering Naik Turun

Perbedaan Gula Darah Rendah dan Gula Darah Tinggi

 

Meski sama-sama berkaitan dengan kadar gula darah, gula darah rendah dan gula darah tinggi merupakan dua kondisi yang berbeda. Keduanya memiliki penyebab, gejala, hingga risiko komplikasi yang tidak sama. Agar tidak salah mengenali tanda-tandanya, berikut perbedaan gula darah rendah dan gula darah tinggi yang perlu dipahami.

Aspek

Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Gula Darah Rendah (Hipoglikemia)

Kadar Gula Darah

≥200 mg/dL pada pemeriksaan tertentu, termasuk gula darah sewaktu atau 2 jam setelah makan. Pada diabetesi, kadar gula darah >180 mg/dL setelah makan umumnya sudah berada di atas target

<70 mg/dL

Penyebab Umum

Diabetes tipe 1 dan 2, dosis obat atau insulin yang tidak sesuai, kurang aktivitas fisik, stres, infeksi, dan faktor lainnya

Penggunaan insulin atau obat diabetes tertentu, terlambat atau melewatkan makan, puasa, aktivitas fisik berlebihan, dan konsumsi alkohol

Gejala

Haus berlebihan, sering buang air kecil, mudah lelah, dan penglihatan kabur

Lemah, gemetar, berkeringat, jantung berdebar, lapar, pusing, dan sulit berkonsentrasi

Risiko

Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan komplikasi akut seperti ketoasidosis diabetik (kondisi ketika tubuh kekurangan insulin dan menghasilkan terlalu banyak zat asam yang disebut keton) atau keadaan hiperglikemik hiperosmolar (kondisi ketika kadar gula darah sangat tinggi dan menyebabkan dehidrasi berat), serta komplikasi jangka panjang.

Jika berat dan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kebingungan, kejang, kehilangan kesadaran, hingga kondisi yang mengancam nyawa

Ciri-ciri Gula Darah Rendah

Ciri Gula Darah Rendah

 

 

Berikut ini beberapa ciri-ciri gula darah rendah yang perlu dikenali:

  • Mudah lapar

  • Sulit berkonsentrasi

  • Keringat dingin

  • Detak jantung cepat atau berdebar

  • Penglihatan kabur

  • Perubahan mood atau mudah merasa kesal

  • Tubuh gemetar

  • Kelelahan atau tubuh terasa lemas

  • Nyeri kepala

  • Pusing

Perbedaan Gejala Gula Darah Rendah Ringan dan Berat

Gejala gula darah rendah dapat muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda. Pada tahap awal, hipoglikemia umumnya menimbulkan gejala yang masih dapat diatasi dengan segera mengonsumsi sumber karbohidrat cepat serap, selama penderita masih sadar dan mampu menelan dengan baik dan aman.

Namun, jika kadar gula darah terus menurun dan tidak segera ditangani, gejalanya dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan membutuhkan pertolongan medis.

Gejala gula darah rendah ringan hingga sedang:

  • Mudah lapar

  • Tubuh gemetar

  • Berkeringat dingin

  • Pusing

  • Jantung berdebar

  • Sulit berkonsentrasi

  • Tubuh terasa lemas

Gejala gula darah rendah berat:

  • Kebingungan atau sulit berbicara

  • Gangguan penglihatan

  • Kejang

  • Kehilangan kesadaran

  • Tidak mampu mengonsumsi makanan atau minuman dengan aman

Semakin cepat hipoglikemia dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi lebih serius.

BACA JUGA: Waspadai Efek Gula Darah Rendah pada Tubuh Anda!

Pertolongan Pertama dan Cara Mengatasi Gula Darah Rendah

Setelah memahami ciri-ciri gula darah rendah, penting untuk mengetahui langkah-langkah penanganan pertama yang tepat. Hipoglikemia atau gula darah rendah dapat berbahaya jika tidak segera ditangani, terutama jika sampai menyebabkan kehilangan kesadaran. Bagi Anda yang memiliki riwayat gula darah rendah atau merawat anggota keluarga dengan kondisi ini, pengetahuan tentang pertolongan pertama sangat penting.

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai pertolongan pertama gula darah rendah menggunakan Aturan 15-15:

  1. Konsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap: Ini bisa berupa 3–4 tablet glukosa sesuai kandungan pada kemasan, sekitar 1/2 cangkir atau 120 mL jus buah (misalnya jus jeruk), sekitar 1/2 kaleng atau 120 mL soda biasa (bukan soda diet), atau 1 sendok makan gula pasir atau madu yang dilarutkan dalam air. Anda juga dapat mengonsumsi permen yang mengandung sekitar 15 gram karbohidrat. Hindari cokelat karena kandungan lemaknya dapat memperlambat penyerapan gula.

  2. Tunggu 15 menit: Setelah mengonsumsi karbohidrat yang cepat diserap, tunggu 15 menit agar kadar gula darah meningkat.

  3. Cek kembali gula darah: Jika gula darah masih di bawah 70 mg/dL, ulangi langkah pertama dan kedua.

  4. Konsumsi makanan atau camilan: Setelah gula darah kembali normal, jika waktu makan berikutnya masih cukup lama, konsumsi makanan atau camilan yang mengandung kombinasi karbohidrat dan protein untuk membantu mencegah gula darah kembali turun, seperti roti gandum dengan selai kacang atau biskuit dengan keju.

Jika orang yang mengalami hipoglikemia tidak sadarkan diri atau tidak mampu menelan dengan aman, jangan berikan makanan atau minuman melalui mulut karena berisiko menyebabkan tersedak dan segera hubungi layanan medis darurat.

Kapan Harus ke Dokter jika Gula Darah Rendah?

Sebagian besar kasus gula darah rendah dapat membaik setelah mendapatkan pertolongan pertama. Namun, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi berikut:

  • Gejala hipoglikemia tidak membaik setelah melakukan Aturan 15-15.

  • Gula darah tetap berada di bawah 70 mg/dL meskipun sudah mengonsumsi karbohidrat cepat serap dan mengulangi Aturan 15-15.

  • Hipoglikemia terjadi berulang tanpa penyebab yang jelas.

  • Mengalami hipoglikemia berat hingga menyebabkan kejang, pingsan, atau kehilangan kesadaran. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.

  • Membutuhkan bantuan orang lain setiap kali mengalami hipoglikemia.

Dokter dapat membantu mencari penyebab hipoglikemia, mengevaluasi penggunaan dan dosis obat diabetes, serta melakukan penyesuaian terapi agar kondisi tidak kembali berulang.

Penyebab dan Pencegahan Gula Darah Rendah yang Perlu Anda Tahu

Image: magnific 

 

Memahami penyebab gula darah rendah atau hipoglikemia penting untuk membantu mencegahnya. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh diabetesi, tetapi juga bisa terjadi pada orang tanpa riwayat diabetes, meskipun lebih jarang. Dengan mengetahui penyebab dan cara mencegahnya, Anda dapat lebih waspada dan mengurangi risiko gula darah turun.

Penyebab Umum Gula Darah Rendah:

  • Efek Samping Obat Diabetes: Penggunaan insulin atau obat penurun gula darah tertentu dalam dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan hipoglikemia.

  • Melewatkan Makan atau Kurang Asupan Karbohidrat: Pada orang yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu, melewatkan makan atau mengonsumsi lebih sedikit karbohidrat dari biasanya dapat meningkatkan risiko gula darah turun.

  • Aktivitas Fisik Berlebihan: Aktivitas fisik yang lebih berat atau lebih lama dari biasanya, terutama tanpa penyesuaian asupan makanan atau obat, dapat memicu hipoglikemia.

  • Konsumsi Alkohol: Alkohol dapat mengganggu kemampuan hati untuk melepaskan glukosa yang disimpan ke dalam aliran darah, terutama jika dikonsumsi tanpa makan atau dalam jumlah banyak.

  • Kondisi Medis Tertentu: Penyakit hati, penyakit ginjal, gangguan hormon tertentu, dan beberapa kondisi medis lainnya juga dapat menyebabkan gula darah rendah.

Strategi Pencegahan Hipoglikemia:

  • Patuhi Jadwal Makan: Jangan melewatkan waktu makan dan usahakan makan secara teratur, terutama jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu.

  • Konsultasikan Dosis Obat: Jangan mengubah dosis obat diabetes sendiri. Konsultasikan dengan dokter mengenai dosis obat Anda, terutama jika terdapat perubahan pola makan, aktivitas fisik, atau gaya hidup.

  • Monitor Gula Darah Secara Teratur: Pantau kadar gula darah sesuai anjuran dokter, terutama sebelum dan sesudah berolahraga atau saat sedang tidak enak badan.

  • Siapkan Sumber Karbohidrat: Jika Anda berisiko mengalami hipoglikemia, selalu siapkan sumber karbohidrat cepat serap untuk mengatasi gula darah rendah jika sewaktu-waktu terjadi. Anda juga dapat menyiapkan camilan untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan dan anjuran dokter.

  • Batasi Konsumsi Alkohol: Jika mengonsumsi alkohol, batasi jumlahnya dan hindari minum alkohol saat perut kosong, terutama jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes yang dapat menyebabkan hipoglikemia.

Pencegahan adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Dengan memahami penyebab dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko gula darah rendah dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Siapa yang Berisiko Mengalami Gula Darah Rendah?


Image: magnific 

 

Gula darah rendah sering kali terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1 serta mereka yang memiliki diabetes tipe 2 dan menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu yang dapat menyebabkan hipoglikemia.

  • Lansia: Mereka yang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko yang lebih tinggi karena perubahan fungsi tubuh, penggunaan beberapa jenis obat, gangguan fungsi ginjal, serta faktor lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

  • Riwayat Hipoglikemia: Orang yang pernah mengalami gula darah rendah sebelumnya cenderung lebih rentan mengalaminya kembali. Hipoglikemia yang berulang juga dapat membuat seseorang kurang menyadari gejala gula darah rendah.

  • Kondisi Medis Lain: Masalah kesehatan seperti penyakit ginjal atau hati, serta kondisi tertentu yang memengaruhi kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah, dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

Gula Darah Rendah pada Kondisi Khusus: Ibu Hamil dan Anak

Kondisi gula darah rendah atau hipoglikemia tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa dengan diabetes, tetapi juga bisa dialami oleh kelompok lain seperti ibu hamil dan anak-anak. Memahami gejala dan faktor risikonya penting agar kondisi ini dapat dikenali dan ditangani dengan tepat.

Gula Darah Rendah pada Ibu Hamil

Selama kehamilan, tubuh mengalami banyak perubahan hormonal dan metabolisme yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Hipoglikemia pada ibu hamil lebih sering berkaitan dengan penggunaan insulin atau obat diabetes tertentu. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika asupan makanan berkurang, misalnya akibat mual dan muntah yang berat (hiperemesis gravidarum).

Ciri-ciri gula darah rendah pada ibu hamil mirip dengan gejala umum hipoglikemia, seperti pusing, lemas, keringat dingin, gemetar, dan sulit berkonsentrasi. Hipoglikemia yang berat atau tidak segera ditangani dapat membahayakan ibu dan memerlukan penanganan medis. Ibu hamil sebaiknya menjaga pola makan teratur sesuai anjuran dokter dan segera berkonsultasi jika mengalami gejala hipoglikemia, terutama jika memiliki diabetes atau menggunakan obat yang dapat menurunkan gula darah.

Gula Darah Rendah pada Anak

Anak-anak, terutama bayi dan balita, dapat mengalami hipoglikemia karena memiliki kebutuhan energi yang tinggi dan kemampuan mempertahankan kadar gula darah yang berbeda sesuai usia. Gejala gula darah rendah pada anak mungkin sulit dikenali karena mereka belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan jelas.

Orang tua perlu mewaspadai perubahan perilaku seperti anak menjadi rewel, lesu, pucat, berkeringat dingin, gemetar, atau sulit berkonsentrasi. Penyebabnya bisa berkaitan dengan tidak makan dalam waktu lama, aktivitas fisik tanpa asupan yang cukup, atau pada kasus tertentu, kondisi medis yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jika anak menunjukkan gejala hipoglikemia dan masih sadar serta mampu menelan dengan aman dan baik, berikan sumber karbohidrat cepat sesuai anjuran dokter. Jika anak mengalami kejang, kehilangan kesadaran, atau tidak mampu menelan dengan aman, jangan berikan makanan atau minuman melalui mulut dan segera cari pertolongan medis. Selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan penanganan dan pencegahan yang tepat.

BACA JUGA: Kasus Diabetes di Anak Muda Meningkat di Indonesia, Bagaimana Pola Hidup Sehat yang Tepat?

Ciri-ciri Gula Darah Tinggi

Ciri gula darah rendah - Diabetasol

 

 Berikut ini beberapa ciri-ciri gula darah tinggi yang perlu dikenali:

  • Mudah haus

  • Sering buang air kecil

  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas

  • Luka sulit sembuh

  • Kulit kering

  • Merasa lemas atau mudah lelah

  • Mual

  • Penglihatan kabur

  • Nyeri atau kesemutan pada kaki

  • Napas cepat dan dalam, terutama pada kondisi hiperglikemia berat.

Penyebab Gula Darah Tinggi

Banyak dari kita mungkin mengira bahwa lonjakan gula darah hanya dipicu oleh konsumsi makanan manis. Faktanya, penyebab gula darah tinggi jauh lebih kompleks. Secara medis, kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau ketika sel-sel tubuh mengalami resistensi insulin sehingga tidak dapat merespons insulin dengan baik.

Selain pola makan yang kurang sehat, termasuk konsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta asupan kalori dan karbohidrat yang berlebihan, gaya hidup sedentari yang minim aktivitas fisik juga dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi.

Bukan hanya itu, stres juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Saat Anda mengalami stres fisik maupun emosional, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan epinefrin yang dapat merangsang hati untuk memproduksi dan melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam darah.

Di samping itu, ada berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah namun kerap tidak kita sadari. Dehidrasi, kurang tidur, dan pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi pengaturan gula darah. Kondisi seperti sedang sakit atau mengalami infeksi juga dapat menyebabkan gula darah meningkat. Selain itu, obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, juga dapat meningkatkan kadar gula darah.

Cara Menurunkan atau Mengontrol Gula Darah Tinggi

Gula darah tinggi atau hiperglikemia perlu dikontrol agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan. Penanganannya dapat dilakukan melalui kombinasi pengobatan medis dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat.

Beberapa cara yang dapat membantu menurunkan gula darah tinggi antara lain:

  • Mengonsumsi obat diabetes atau menjalani terapi insulin sesuai anjuran dokter untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.

  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta memilih makanan kaya serat seperti sayuran, buah, dan biji-bijian utuh. Perhatikan juga jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi.

  • Rutin berolahraga, seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang, untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi.

  • Menjaga berat badan yang sehat, karena berat badan berlebih dapat memengaruhi sensitivitas insulin.

  • Mengelola stres dan mencukupi waktu tidur agar kesehatan metabolisme tubuh tetap terjaga.

  • Rutin memantau kadar gula darah dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sesuai anjuran dokter.

Dengan penerapan pola hidup sehat dan penanganan yang tepat, kadar gula darah dapat lebih terkontrol sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

BACA JUGA: Jangan Diabaikan, Ini Alasan Kenapa Pagi Hari Gula Darah Lebih Tinggi

Kapan Harus ke Dokter Jika Gula Darah Tinggi?

Gula darah tinggi atau hiperglikemia yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan komplikasi serius dan, pada kondisi tertentu, menjadi keadaan gawat darurat yang mengancam nyawa. Segera periksakan diri ke dokter jika kadar gula darah tetap tinggi meskipun Anda sudah mengikuti anjuran pengobatan dan berusaha mengontrolnya. Anda juga perlu berkonsultasi dengan dokter jika mengalami tanda-tanda gula darah tinggi, tetapi belum pernah didiagnosis diabetes.

Selain itu, segera periksakan diri jika mengalami penglihatan yang memburuk, luka yang sulit sembuh, atau muncul rasa nyeri dan mati rasa pada kaki.

Jika kadar gula darah sangat tinggi, terutama mencapai lebih dari 600 mg/dL, dan disertai tanda dehidrasi berat, kebingungan, mengantuk, atau penurunan kesadaran, kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera. Jika mengalami kondisi tersebut, minta bantuan orang lain untuk mengantar Anda ke fasilitas kesehatan dan jangan berangkat atau mengemudi sendiri.

Komplikasi Gula Darah Tinggi

Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf, sehingga meningkatkan risiko berbagai komplikasi. Komplikasi tersebut dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, seperti penyakit jantung dan stroke, kerusakan ginjal (nefropati), gangguan saraf (neuropati), hingga kerusakan retina mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan.

Hiperglikemia dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya, seperti disfungsi ereksi pada pria yang terjadi akibat kerusakan saraf dan pembuluh darah. Selain itu, diabetesi juga dapat mengalami masalah kesehatan mental, seperti depresi, yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola kondisi diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap terkontrol.

Kabar baiknya, risiko berbagai komplikasi tersebut dapat dikurangi dengan menjaga kadar gula darah tetap terkontrol melalui pola makan sehat, rutin melakukan aktivitas fisik, menjaga berat badan yang sehat, serta menjalani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan sesuai anjuran dokter.

Yuk Kelola Gula Darah bersama Diabetasol Milk

Memahami perbedaan antara gula darah rendah dan gula darah tinggi sangat penting. Salah satu bagian penting dalam mengelola gula darah adalah menerapkan pola makan yang teratur dan asupan nutrisi yang seimbang.

Salah satu pilihan asupan nutrisi tambahan adalah Diabetasol Milk yang dapat mendukung pengelolaan gula darah. Diabetasol Milk hadir sebagai nutrisi lengkap dan seimbang untuk membantu mengontrol gula darah, yang mengandung isomaltulosa, yaitu karbohidrat lepas lambat dengan IG rendah, sehingga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Cocok untuk Anda, diabetesi, ataupun yang ingin mengontrol gula darah.

Beberapa keunggulan Diabetasol Milk yang dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil:

  • Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga kadar gula darah tetap lebih stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama. Kandungan ini juga mendukung Diabetasol Milk dengan indeks glikemik rendah (GI = 44).

  • Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk membantu mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh.

  • Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan.

  • Protein whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh.

  • Rendah laktosa.

  • Tanpa penambahan gula pasir.

  • Bebas gluten.

Yuk, jaga gula darah tetap terkontrol bersama Diabetasol!

 

FAQ

Apa perbedaan gula darah rendah dan gula darah tinggi?

Gula darah rendah (hipoglikemia) terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL, sedangkan gula darah tinggi (hiperglikemia) terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi. Pada kondisi tertentu, kadar gula darah ≥200 mg/dL dapat menunjukkan hiperglikemia. Keduanya memiliki penyebab, gejala, dan penanganan yang berbeda.

Apa saja ciri-ciri gula darah rendah?

Beberapa ciri gula darah rendah meliputi tubuh gemetar, keringat dingin, mudah lapar, pusing, lemas, detak jantung cepat, sulit berkonsentrasi, hingga perubahan mood.

Apa saja tanda gula darah tinggi?

Ciri-ciri gula darah tinggi antara lain mudah haus, sering buang air kecil, tubuh terasa lemas, penglihatan kabur, luka sulit sembuh, mual, dan berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Apa yang harus dilakukan saat gula darah rendah?

Salah satu langkah pertolongan pertama hipoglikemia adalah menggunakan Aturan 15-15, yaitu mengonsumsi 15 gram karbohidrat cepat serap, menunggu 15 menit, lalu mengecek kembali kadar gula darah. Jika kadar gula darah masih di bawah 70 mg/dL, ulangi langkah tersebut.

Bagaimana cara membantu mengontrol gula darah tinggi?

Gula darah tinggi dapat dikontrol dengan menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga berat badan yang sehat, mengelola stres, memantau kadar gula darah, serta menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Siapa yang berisiko mengalami gula darah rendah?

Diabetesi yang menggunakan insulin atau obat diabetes tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia. Selain itu, lansia dan orang yang pernah mengalami hipoglikemia juga lebih rentan mengalami kondisi ini.

 

References:

Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.