Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Health Communicator Kalbe Nutritionals
Ringkasan
Semakin banyak orang mulai beralih ke pemanis pengganti gula untuk membantu mengurangi konsumsi gula, menjaga berat badan, atau membantu mengontrol kadar gula darah.
Agar peralihan terasa lebih nyaman, pilihlah produk yang telah memiliki izin BPOM dan sertifikasi halal, sesuai dengan kebutuhan Anda, memiliki cita rasa yang Anda sukai, serta dikemas secara praktis untuk digunakan sehari-hari.
Lakukan perubahan secara bertahap dengan mengurangi penggunaan gula sedikit demi sedikit dan menggantinya dengan pemanis. Dengan begitu, Anda tetap dapat menikmati rasa manis sambil mendukung pola makan yang lebih seimbang.
Semakin banyak orang mulai memperhatikan asupan gula dalam makanan dan minuman sehari-hari. Alasannya pun beragam, mulai dari ingin menjalani pola hidup yang lebih sehat, menjaga berat badan, hingga membantu mengontrol kadar gula darah.
Sebagai alternatif, pemanis pengganti gula kini semakin banyak dipilih karena dapat memberikan rasa manis dengan kalori yang lebih rendah dibandingkan gula pasir.
Namun, jika ini adalah pertama kalinya Anda mencoba pemanis pengganti gula, wajar jika masih muncul berbagai pertanyaan. Apakah aman dikonsumsi setiap hari? Apakah rasanya sama seperti gula? Dan bagaimana cara menggunakannya agar tetap enak untuk dinikmati?
BACA JUGA: Mau “Selingkuh” dengan yang Manis-Manis? Yuk, Simak Tips & Trik Amannya
Menurut World Health Organization (WHO), pemanis pengganti gula dapat dikonsumsi dengan aman selama asupannya tidak melebihi batas Acceptable Daily Intake (ADI) yang telah ditetapkan.
Oleh karena itu, saat mulai beralih dari gula biasa ke pemanis rendah kalori, perhatikan tidak hanya jenis pemanis yang dipilih, tetapi juga aturan penggunaannya agar tidak berlebihan.
Saat memilih pemanis pengganti gula, pastikan produk telah memiliki izin edar dari BPOM sebagai tanda bahwa produk tersebut telah melalui proses evaluasi terkait keamanan, mutu, dan kualitas.
Produk yang telah memiliki izin edar BPOM umumnya aman dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan. Selain itu, konsumsi pemanis pengganti gula sebaiknya tetap tidak melebihi batas Acceptable Daily Intake (ADI) yang telah ditetapkan.
Jika menjadi pertimbangan, Anda juga dapat memilih produk yang telah mengantongi sertifikasi halal agar lebih sesuai dengan kebutuhan atau preferensi Anda.
Setiap orang memiliki alasan yang berbeda saat beralih ke pemanis rendah kalori. Ada yang ingin membantu mengurangi konsumsi gula tambahan, sementara yang lain ingin mengurangi asupan kalori dari makanan atau minuman manis. Apa pun alasannya, pilihlah pemanis pengganti gula yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan gunakan sebagai pengganti gula, bukan sebagai alasan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan atau minuman manis.
BACA JUGA: Panduan Makan Malam yang Sehat untuk Menjaga Gula Tetap Stabil

Image: magnific
Salah satu hal yang sering menjadi pertimbangan saat pertama kali mencoba pemanis pengganti gula adalah rasanya. Setiap jenis pemanis memiliki karakteristik rasa yang berbeda, termasuk tingkat kemanisan dan sensasi rasa yang masih tertinggal di mulut setelah dikonsumsi (aftertaste).
Beberapa jenis pemanis dapat memberikan rasa manis yang mirip dengan gula pasir, sementara yang lain mungkin meninggalkan sedikit rasa pahit atau sensasi manis yang bertahan lebih lama.
Bahkan, beberapa produk menggunakan kombinasi beberapa jenis pemanis untuk menghasilkan rasa yang lebih menyerupai gula sekaligus mengurangi aftertaste yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, jika baru pertama kali mencobanya, tidak ada salahnya menggunakannya dalam jumlah kecil terlebih dahulu hingga menemukan jenis pemanis yang paling sesuai dengan selera Anda.
Bagi Anda yang baru beralih ke pemanis rendah atau tanpa kalori, produk dalam bentuk sachet atau bubuk sering kali lebih praktis karena takarannya sudah pas dan mudah dibawa ke mana saja. Pemanis ini juga mudah digunakan untuk berbagai makanan dan minuman, seperti kopi, teh, oatmeal, smoothie, maupun berbagai hidangan lainnya.
BACA JUGA: Apakah Pemanis Rendah Kalori Aman Digunakan Setiap Hari? Ini Fakta dan Batasan Konsumsinya
Image: magnific
Setelah menemukan produk yang sesuai, langkah berikutnya adalah mulai membiasakan diri menggunakan pemanis rendah atau tanpa kalori dalam keseharian. Peralihan tidak perlu dilakukan secara drastis. Beberapa cara berikut dapat membantu Anda beradaptasi dengan lebih nyaman.
Anda tidak perlu langsung menghindari gula sepenuhnya. Mulailah dengan mengganti gula pada satu atau dua minuman yang paling sering dikonsumsi, seperti teh atau kopi, menggunakan pemanis rendah atau tanpa kalori.
Perubahan yang dilakukan secara bertahap umumnya lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibandingkan perubahan yang terlalu drastis.
Pemanis rendah atau tanpa kalori dapat membantu mengurangi asupan gula jika digunakan sebagai pengganti gula, bukan ditambahkan bersamaan dengan gula dalam makanan atau minuman.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mengganti minuman berpemanis gula dengan minuman yang menggunakan pemanis rendah atau tanpa kalori berkaitan dengan sedikit perbaikan pada berat badan dan beberapa faktor risiko gangguan metabolik, terutama pada orang yang memiliki kelebihan berat badan atau berisiko mengalami diabetes.
Saat pertama kali beralih, rasa pemanis rendah atau tanpa kalori mungkin terasa sedikit berbeda dibandingkan gula pasir. Hal ini wajar karena setiap jenis pemanis memiliki profil rasa yang berbeda.
Cobalah menggunakannya dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan beri waktu agar lidah beradaptasi. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah menemukan jenis dan takaran pemanis yang paling sesuai dengan selera serta kebutuhan sehari-hari.

Mengurangi konsumsi gula bukan berarti Anda harus berhenti menikmati makanan dan minuman manis. Salah satu caranya adalah memilih pengganti gula yang tepat dan menggunakannya sebagai bagian dari pola makan yang seimbang.
Jika Anda ingin mulai mengurangi konsumsi gula tanpa harus kehilangan rasa manis pada minuman atau makanan favorit, gunakanlah pemanis zero calorie sebagai pengganti gula, bukan sebagai tambahan.
Seperti Nulife Sweetener, pengganti gula zero calorie yang praktis digunakan untuk teh, kopi, oatmeal, smoothies, kue, maupun berbagai hidangan lainnya. Dengan rasa manis yang pas, Nulife Sweetener dapat membantu proses peralihan dari gula menjadi lebih mudah sehingga Anda tetap bisa menikmati makanan dan minuman favorit sambil menjaga asupan gula harian sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Jadi, nggak perlu khawatir lagi kalau ingin konsumsi makanan dan minuman manis. Enjoy Aja, Why Not? Kan Ada DIA.
Pemanis pengganti gula adalah bahan yang digunakan untuk memberikan rasa manis dengan kalori yang lebih rendah atau bahkan tanpa kalori dibandingkan gula pasir.
Ya. Pemanis pengganti gula yang telah disetujui penggunaannya dapat dikonsumsi dengan aman selama jumlah konsumsinya tidak melebihi batas Acceptable Daily Intake (ADI) yang telah ditetapkan.
Pastikan produk telah memiliki izin edar BPOM. Jika menjadi pertimbangan bagi Anda, pilih juga produk yang telah memiliki sertifikasi halal. Selain itu, pilih pemanis dengan cita rasa yang sesuai dengan selera serta kemasan yang praktis digunakan sehari-hari.
Tergantung jenis pemanisnya. Ada yang memiliki rasa manis yang sangat mirip dengan gula pasir, sementara beberapa jenis lainnya mungkin meninggalkan sedikit aftertaste atau sensasi manis yang bertahan lebih lama. Karena preferensi setiap orang berbeda, tidak ada salahnya mencoba dalam jumlah kecil terlebih dahulu hingga menemukan yang paling sesuai dengan selera Anda.
Referensi
Warshaw, H., & Edelman, S. V. (2021). Practical strategies to help reduce added sugars consumption to support glycemic and weight management goals. Clinical Diabetes, 39(1), 45–56. https://doi.org/10.2337/cd20-0034
Dodd, T., Khan, N. A., Sievenpiper, J. L., Purkayastha, S., & colleagues. (2025). Dietary guidance, sensory, health and safety considerations when choosing low- and no-calorie sweeteners. Nutrients, 17(5), 793. https://doi.org/10.3390/nu17050793
World Health Organization. (2022). Health effects of the use of non-sugar sweeteners: A systematic review and meta-analysis. https://www.who.int/publications/i/item/9789240046429
McGlynn, N. D., Khan, T. A., Wang, L., et al. (2024). Replacement of sugar-sweetened beverages with low- and no-calorie sweetened beverages, water, or milk and health outcomes: A systematic review and meta-analysis. Obesity Reviews, 25, e13652. https://doi.org/10.1111/obr.13652
McGlynn, N. D., Khan, T. A., Wang, L., et al. (2022). Low- and no-calorie sweetened beverages versus water and health outcomes: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials and prospective cohort studies. Advances in Nutrition, 13(6), 2085–2097. https://doi.org/10.1093/advances/nmac100