Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Healthcare Communicator Kalbe Nutritionals
Ringkasan:
Sarapan memiliki peran penting dalam membantu tubuh mendapatkan energi setelah semalaman beristirahat.
Dengan memilih menu sarapan yang tepat dan mengandung kombinasi nutrisi seimbang seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat, tubuh dapat memperoleh energi yang dilepaskan secara bertahap sehingga kadar gula darah tetap stabil.
Selain jenis makanan, waktu dan porsi sarapan juga perlu diperhatikan agar tubuh mampu menjalani aktivitas sepanjang hari dengan optimal. Anda juga bisa melengkapi sarapan dengan Diabetasol Milk untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Setelah tidur semalaman, tubuh tetap menjalankan berbagai proses metabolisme dan menggunakan cadangan energi dari makanan sebelumnya. Ketika bangun pagi, cadangan energi itu mulai berkurang sehingga tubuh membutuhkan asupan baru untuk menunjang aktivitas.
Di sinilah peran sarapan menjadi penting. Pada sebagian orang, melewatkan sarapan dapat membuat tubuh terasa kurang bertenaga, sehingga konsentrasi menurun, mudah lelah, dan suasana hati lebih mudah berubah sepanjang hari.
Namun, memilih menu sarapan juga sebaiknya tidak sembarangan. Kombinasi nutrisi yang seimbang membantu tubuh memperoleh energi secara bertahap sehingga kadar gula darah tetap stabil.
Berikut ini beberapa tips memilih sarapan yang bisa memberikan energi lebih lama.
BACA JUGA: Sudah Berhenti Makan Manis tapi Gula Darah Masih Tinggi? Ini Penyebab yang Sering Tidak Disadari
Agar energi dapat bertahan lebih lama, sarapan tidak cukup hanya mengenyangkan, tetapi juga perlu mengandung kombinasi nutrisi yang seimbang. Tubuh membutuhkan karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat agar energi dilepaskan secara bertahap.
Untuk menjaga energi lebih stabil, pilih menu sarapan yang minim gula tambahan dan lebih padat gizi sehingga tubuh memiliki bahan bakar yang dilepas secara perlahan.
Beberapa contoh sarapan praktis yang dapat membantu menjaga kestabilan energi antara lain:
Telur dan sayuran. Kombinasi ini kaya protein dan serat, serta membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Greek yogurt tanpa gula. Tinggi protein dan dapat dikombinasikan dengan kacang-kacangan atau buah untuk menambah serat dan lemak sehat.
Biji-bijian. Chia seeds atau muesli tanpa gula tambahan dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.
Oatmeal atau bubur gandum. Mengganti sereal manis dengan oat dapat membantu pelepasan energi yang lebih stabil sepanjang pagi.
Sebaiknya, batasi konsumsi makanan dengan gula tambahan untuk membantu mencegah lonjakan gula darah yang cepat dan menjaga kestabilan energi tubuh.
Kapan waktu terbaik untuk sarapan? Idealnya, sarapan yang baik adalah sekitar pukul 06.00-09.00 atau 1-2 jam setelah bangun tidur. Rentang waktu tersebut memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beradaptasi setelah bangun dan mempersiapkan diri sebelum memulai aktivitas.
Selain waktu sarapan, porsi juga perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Porsi yang terlalu banyak bisa membuat tubuh terasa berat dan mengantuk, sedangkan porsi yang terlalu kecil mungkin tidak cukup untuk mendukung aktivitas harian.
Meskipun sedang memiliki jadwal yang padat, pastikan Anda tetap sarapan. Anda bisa pilih menu sarapan sederhana dan praktis, tetapi tetap mengandung kombinasi nutrisi yang seimbang. Contohnya, Anda bisa membuat smoothies dari sayuran dan yoghurt atau kombinasi buah dengan segenggam kacang-kacangan.
BACA JUGA: 8 Langkah Mudah Memulai Hidup Sehat untuk yang Super Sibuk

Untuk memulai hari dengan energi yang lebih stabil, sarapan sebaiknya mengandung kombinasi nutrisi yang seimbang, seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat. Pada beberapa kondisi, nutrisi tambahan juga dapat membantu melengkapi asupan harian.
Sebagai pelengkap menu sarapan, minum Diabetasol Milk yang diformulasikan sebagai nutrisi lengkap dengan indeks glikemik rendah serta diperkaya dengan Vita Digest, yang membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan dan memberikan rasa kenyang lebih lama.
Diabetasol Milk dapat dikonsumsi 2x sehari, masing-masing 4 sendok takar, dan mudah disesuaikan dengan berbagai menu sarapan. Minuman ini dapat disajikan hangat sebagai pendamping sarapan atau diolah menjadi smoothies dengan tambahan buah dan bahan lain sesuai selera.
Beberapa kandungan nutrisi Diabetasol Milk yang cocok untuk dikonsumsi saat sarapan antara lain:
Isomaltulosa, karbohidrat lepas lambat yang membantu menjaga gula darah tetap stabil dan memberi rasa kenyang lebih lama, sehingga mendukung Diabetasol Milk sebagai minuman dengan indeks glikemik rendah (GI = 44)
Vitamin A, C, dan E serta zinc untuk bantu jaga daya tahan tubuh
Sumber serat untuk mendukung kesehatan pencernaan
Protein dengan 45% whey berkualitas tinggi yang lebih mudah dicerna tubuh
Rendah laktosa
Tanpa penambahan gula pasir
Bebas gluten
Demikian tips memilih sarapan yang dapat membantu memberikan energi lebih lama. Memulai hari dengan sarapan yang tepat bisa membantu menjaga energi tetap stabil selama beraktivitas. Dengan pilihan nutrisi yang seimbang dan dukungan nutrisi tambahan yang tepat, Anda tetap bisa menjalani hari dengan lebih nyaman tanpa khawatir terhadap lonjakan gula darah.
Siap memulai hari dengan nutrisi yang lebih terjaga? Why Not? Enjoy, kan ada DIA yang membantu melengkapi nutrisi harian Anda.
FAQ
Sarapan membantu mengisi kembali energi tubuh setelah semalaman tidak mendapatkan asupan makanan. Dengan sarapan, tubuh dapat memulai aktivitas dengan energi yang cukup sehingga konsentrasi, stamina, dan suasana hati tetap terjaga.
Menu sarapan yang baik sebaiknya mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serat, serta vitamin dan mineral. Kombinasi nutrisi ini membantu energi dilepaskan secara bertahap sehingga tubuh tidak cepat lelah.
Beberapa contoh sarapan yang dapat membantu menjaga energi lebih stabil antara lain telur dengan sayuran, Greek yogurt tanpa gula, oatmeal atau bubur gandum, serta biji-bijian yang dipadukan dengan buah rendah gula.
Waktu sarapan umumnya dianjurkan sekitar pukul 06.00–09.00 atau dalam 1–2 jam setelah bangun tidur. Rentang waktu ini membantu tubuh mendapatkan energi sebelum memulai aktivitas harian.
Nutrisi tambahan dapat dikonsumsi sebagai pelengkap sarapan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Salah satu contohnya adalah Diabetasol Milk yang memiliki indeks glikemik rendah dan diperkaya dengan Vita Digest untuk membantu mengurangi lonjakan gula darah setelah makan serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Referensi:
Yoshitake, R., Park, I., Ogata, H., & Omi, N. (2023). Meal Timing and Sleeping Energy Metabolism. Nutrients, 15(3), 763. https://doi.org/10.3390/nu15030763
Gibney, M. J., Barr, S. I., Bellisle, F., Drewnowski, A., Fagt, S., Livingstone, B., Masset, G., Varela Moreiras, G., Moreno, L. A., Smith, J., Vieux, F., Thielecke, F., & Hopkins, S. (2018). Breakfast in Human Nutrition: The International Breakfast Research Initiative. Nutrients, 10(5), 559. https://doi.org/10.3390/nu10050559
Stratton, M. T., Holden, S. L., Davis, R., & Massengale, A. T. (2025). The Impact of Breakfast Consumption or Omission on Exercise Performance and Adaptations: A Narrative Review. Nutrients, 17(2), 300. https://doi.org/10.3390/nu17020300
Roshanmehr, F., Hayashi, K., Tahara, Y., Suiko, T., Nagamori, Y., Iwai, T., & Shibata, S. (2022). Association between Breakfast Meal Categories and Timing of Physical Activity of Japanese Workers. Foods, 11(17), 2609. https://doi.org/10.3390/foods11172609
Pengpid, S., & Peltzer, K. (2020). Skipping Breakfast and Its Association with Health Risk Behaviour and Mental Health Among University Students in 28 Countries. Diabetes, metabolic syndrome and obesity : targets and therapy, 13, 2889–2897. https://doi.org/10.2147/DMSO.S241670
Harvard Health. (2019). 4 Ways to Boost Your Energy Naturally with Breakfast. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/4-ways-to-boost-your-energy-naturally-with-breakfast
Johns Hopkins Medicine. Healthy Breakfast. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/healthy-breakfasts
RS Bhakti Asih. (2024). Sarapan Sehat: Rekomendasi Menu Sarapan Sehat Menurut Ahli Gizi. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://rsbhaktiasih.com/artikel/detail/sarapan-sehat%3A-rekomendasi-menu-sarapan-sehat-menurut-ahli-gizi?page=1
RS Karanggede. (2017). Tips Pilih Menu Sarapan Agar Lancar Jalani Aktifitas. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://karanggedesismamedika.com/tips-pilih-menu-sarapan-agar-lancar-jalani-aktifitas/
Healthline. (2025). 14 Best Breakfast Foods for People with Diabetes. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://www.healthline.com/nutrition/breakfast-foods-for-diabetics
Diabetes UK. Healthy Swaps: Breakfast. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://www.diabetes.org.uk/living-with-diabetes/eating/healthy-swaps/healthy-swaps-breakfast
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2023). Sarapan, Bolehkah Dilewatkan. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2861/sarapan-bolehkah-dilewatkan
UGM. (2022). Pakar UGM Tekankan Pentingnya Sarapan Bagi Kesehatan Tubuh. Diakses pada 9 Maret 2026, dari https://ugm.ac.id/id/berita/22310-pakar-ugm-tekankan-pentingnya-sarapan-bagi-kesehatan-tubuh/