Close
News And Articles 15/07/2026

Sering Dibeli, 5 Minuman Kekinian Ini Ternyata Tinggi Gula!

Sering Dibeli, 5 Minuman Kekinian Ini Ternyata Tinggi Gula!

Medically Reviewed by: dr Aditya Nugroho - Health Communicator Kalbe Nutritionals

 

Ringkasan

  • Minuman kekinian seperti boba milk tea, matcha latte, es kopi susu, fruit tea, hingga smoothies sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi, meski terlihat menyegarkan atau bahkan dianggap sehat.

  • Data SKI 2023 menunjukkan hampir setengah masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali setiap hari. Oleh karena itu, penting untuk lebih bijak memilih minuman, misalnya dengan memilih tingkat kemanisan 0-25%, mengurangi topping manis, memilih ukuran yang lebih kecil, serta mengonsumsi minuman manis sesekali saja.

 

Minuman kekinian kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. Mulai dari es kopi susu untuk menemani saat bekerja hingga smoothies buah dan sayur yang identik dengan tren gaya hidup sehat. Namun, di balik tampilannya yang segar, banyak minuman kekinian mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup tinggi.

Tingginya konsumsi minuman manis juga tercermin dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data menunjukkan bahwa 47,5% masyarakat Indonesia berusia 3 tahun ke atas mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari, sementara 43,3% lainnya mengonsumsinya sebanyak 1-6 kali dalam seminggu.

Angka tersebut menunjukkan bahwa minuman manis masih menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. Karena itu, penting untuk mengenali beberapa jenis minuman kekinian yang sering kali tinggi gula agar Anda tetap bisa menikmati minuman favorit dengan lebih bijak tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi gula berlebihan.

Untuk membantu Anda memilih dengan lebih bijak, berikut beberapa minuman kekinian yang sering kali mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

1. Boba Milk Tea

Image: magnific 

Boba milk tea dengan berbagai pilihan topping kini menjadi salah satu minuman yang digemari oleh masyarakat. Namun, minuman ini umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah yang cukup tinggi.

Sebagian besar gula dalam boba milk tea berasal dari tambahan gula cair, susu, sirup aneka rasa, serta topping seperti boba yang biasanya dimasak dalam larutan gula sehingga rasanya menjadi lebih manis.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Amerta Nutrition menunjukkan bahwa satu gelas besar boba milk tea dengan topping boba mengandung sekitar 47,21 gram gula (terdiri dari glukosa, fruktosa, dan sukrosa) serta sekitar 675 kilokalori (kkal). Semakin banyak topping yang ditambahkan, semakin tinggi pula jumlah gula dan kalori yang dikonsumsi.

BACA JUGA: Kurangi Gula Tanpa Bikin Minuman Jadi Hambar, Simak 5 Tips Berikut Ini

2. Matcha Latte

Image: magnific 

Salah satu minuman kekinian yang sedang viral adalah matcha latte. Matcha murni merupakan bubuk yang dibuat dari daun teh hijau dan dikenal kaya akan senyawa bioaktif, terutama katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki efek antioksidan tinggi. Antioksidan tersebut membantu melindungi sel-sel tubuh dari stres oksidatif akibat radikal bebas.

Namun, ketika diolah menjadi matcha latte di kafe atau toko minuman kekinian, matcha sering kali ditambahkan susu, sirup, gula cair, atau krimer agar rasanya lebih manis dan teksturnya lebih lembut (creamy).

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition menunjukkan bahwa berbagai minuman teh racik (hand-shaken tea drinks), termasuk minuman berbahan dasar matcha, dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi. Bahkan, minuman dengan tingkat kemanisan atau label "half sugar" masih dapat mengandung lebih dari 25 gram gula per gelas dan jumlah tersebut melebihi batas konsumsi gula tambahan harian yang direkomendasikan WHO. 

BACA JUGA: 5 Cara Menikmati Minuman Manis Favorit Tanpa Khawatir Lonjakan Gula Darah

3. Es Kopi Susu 

Image: magnific 

Banyak orang mengira kopi identik dengan minuman rendah kalori. Padahal, es kopi susu kekinian umumnya memiliki rasa manis yang berasal dari tambahan gula cair, susu kental manis, krimer, atau sirup.

Menurut tinjauan sistematis yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Nutrition Research pada tahun 2024, konsumsi kopi tanpa tambahan gula dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, konsumsi minuman yang mengandung gula tambahan secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Artinya, manfaat kopi dapat berkurang jika dikonsumsi bersama gula tambahan dalam jumlah tinggi secara rutin.

BACA JUGA: Tips Mengendalikan Keinginan Makan Manis (Sugar Craving)

4. Teh Buah

Image: magnific

Fruit tea atau teh buah kini juga menjadi salah satu minuman favorit di kalangan pecinta kuliner dan dessert manis. Minuman ini sering dianggap menyegarkan dan lebih sehat karena mengandung potongan buah atau memiliki rasa buah.

Namun, anggapan tersebut tidak selalu benar. Pada banyak teh buah yang dijual di pasaran, rasa buah berasal dari sirup atau konsentrat buah yang ditambahkan bersama gula untuk menghasilkan cita rasa yang konsisten.

Oleh karena itu, meskipun mengandung kata "fruit" pada nama minuman, seperti peach tea, lychee tea, atau mango tea, kandungan gula tambahannya tetap bisa tinggi.
 

5. Smoothies 

Image: magnific

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Nutrition menyebutkan bahwa smoothie yang dibuat dari buah utuh masih mempertahankan serat, ampas, dan komponen padat lainnya. Berbeda dengan jus buah yang hanya mengandung sari buah, smoothie umumnya memiliki kandungan serat yang lebih tinggi.

Namun, jika smoothie dibuat dengan tambahan jus buah, sirup, gula, atau pemanis lainnya, kandungan gula tambahannya dapat meningkat. Karena itu, konsumsinya tetap perlu dibatasi.

Tips Menikmati Minuman Kekinian Tanpa Kebanyakan Gula

Untuk menghindari konsumsi gula berlebihan, Anda tidak perlu berhenti membeli minuman favorit. Yang terpenting adalah lebih teliti dan bijak dalam memilih minuman. Beberapa tips yang bisa dilakukan antara lain:

  • Pilih tingkat kemanisan 0-25% jika tersedia.

  • Kurangi tambahan topping manis, seperti boba, jelly, atau cheese foam.

  • Pilih ukuran gelas yang lebih kecil.

  • Hindari mengonsumsi dessert bersamaan dengan minuman manis.

  • Utamakan air putih sebagai minuman utama sehari-hari.

  • Jadikan minuman manis sebagai sesekali (treat), bukan konsumsi sehari-hari.

Ingin Minuman Manis yang Sehat? Tambahkan Pemanis Zero Calorie

Saat membeli minuman kekinian, biasakan memilih tingkat kemanisan 0% atau tanpa gula tambahan jika tersedia. Dengan begitu, Anda dapat mengurangi asupan gula tambahan yang biasanya berasal dari gula cair, sirup, atau pemanis lain yang ditambahkan saat minuman diracik.

Jika masih menginginkan rasa yang lebih manis, Anda bisa menambahkan Nulife Sweetener yang zero calorie dan dapat digunakan untuk berbagai jenis minuman, mulai dari teh, kopi, hingga minuman kekinian favorit.

Dengan cara ini, Anda tetap dapat menikmati minuman favorit sekaligus membantu mengontrol asupan gula harian. Sebagai pemanis zero calorie, Nulife Sweetener dapat digunakan pada berbagai jenis minuman baik panas maupun dingin, mulai dari kopi, teh, matcha latte, hingga minuman lainnya. Manisnya tetap pas dan tidak mengubah rasa, sehingga cocok digunakan untuk berbagai kreasi minuman sehari-hari.

Menikmati minuman kekinian tidak berarti harus mengorbankan pola hidup sehat. Dengan memilih level gula 0% saat memesan dan menggunakan pemanis zero calorie seperti Nulife Sweetener sesuai kebutuhan, Anda tetap dapat menikmati minuman favorit dengan rasa manis yang lebih terkontrol sekaligus membantu menjaga asupan gula harian.

Sesekali mau “selingkuh” sama yang manis-manis saat sedang diet atau menjaga kadar gula darah tidak masalah? Selama tetap mindful dan tetap memiliki gaya hidup aktif, Why Not? Kan Ada DIA. 

 

FAQ

Minuman kekinian apa saja yang umumnya tinggi gula?

Beberapa di antaranya adalah boba milk tea, matcha latte, es kopi susu, fruit tea, dan smoothies yang dibuat dengan tambahan sirup, gula, atau pemanis lainnya.

Kenapa minuman kekinian bisa mengandung gula tinggi?

Kandungan gula pada minuman kekinian tidak hanya berasal dari gula pasir, tetapi juga dari sirup, gula cair, susu kental manis, krimer, dan berbagai topping manis. Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat membuat kandungan gula dalam satu gelas menjadi cukup tinggi.

Apakah semua minuman yang terlihat sehat pasti rendah gula?

Tidak. Minuman seperti matcha latte, fruit tea, atau smoothie memang menggunakan bahan yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Namun, jika ditambahkan sirup, gula, atau pemanis lainnya, kandungan gula tambahannya dapat meningkat secara signifikan.

Benarkah smoothies selalu lebih sehat daripada minuman manis lainnya?

Tidak selalu. Smoothie yang dibuat dari buah utuh masih mempertahankan sebagian besar seratnya sehingga cenderung lebih sehat. Namun, jika ditambahkan jus buah, sirup, gula, atau pemanis lainnya, kandungan gula tambahannya juga dapat meningkat.

Bagaimana cara menikmati minuman kekinian tanpa mengonsumsi gula berlebihan?

Pilih tingkat kemanisan 0–25% jika tersedia, kurangi topping manis, pilih ukuran gelas yang lebih kecil, dan utamakan air putih sebagai minuman sehari-hari. Jika menginginkan rasa yang lebih manis, pemanis tanpa kalori (zero calorie) seperti Nulife Sweetener dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengurangi asupan gula tambahan.

 

Referensi: 


Konsultasi Diabetes

Konsultasi Diabetes

Temukan solusi bersama ahli.