Ringkasan:
Memilih pemanis pengganti gula tidak cukup hanya dengan melihat klaim rendah kalori atau bebas gula. Perhatikan bahan yang digunakan, keamanan dan batas konsumsi, serta pilih produk dari produsen yang jelas.
Pemanis yang praktis dan memiliki takaran yang jelas, seperti kemasan sachet, dapat membantu mengontrol jumlah yang digunakan. Tingkat kemanisan juga perlu disesuaikan dengan selera agar tetap nyaman dikonsumsi tanpa membuat kita terbiasa dengan rasa yang terlalu manis.
Cara penggunaan juga penting karena setiap jenis pemanis memiliki karakteristik dan kestabilan terhadap panas yang berbeda. Pilih pemanis sesuai kebutuhan, baik untuk kopi atau teh panas, minuman dingin, maupun memasak dan membuat kue, serta tetap gunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
Salah satu tren healthy lifestyle yang banyak dilakukan saat ini adalah cutting sugar atau mengurangi gula. Mulai dari tidak pakai gula saat minum kopi dan teh, hingga menggunakan pemanis pengganti gula sebagai alternatif.
Namun, memilih pemanis pengganti gula tidak bisa hanya dengan melihat apakah kalorinya rendah atau bebas kandungan gula sama sekali. Sebaiknya pilih yang sesuai dengan kebutuhan, cara penggunaan, dan jumlah konsumsi sehari-hari.
Lantas, apa yang perlu diperhatikan saat memilih pemanis agar tetap cocok untuk gaya hidup sehat tapi tetap santai? Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan saat memilih pemanis pengganti gula.
Sebelum memilih pemanis pengganti gula, tidak ada salahnya “kepo” dengan komposisinya. Beberapa jenis pengganti gula yang umum digunakan antara lain aspartam, sakarin, dan sukralosa. Ada juga pemanis yang berasal dari tanaman, seperti steviol glycosides yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana.
Namun, label “alami” tidak selalu berarti lebih sehat atau lebih aman. Yang lebih penting adalah memastikan pemanis tersebut telah diuji keamanannya dan bisa dikonsumsi sesuai batas yang ditetapkan.
Setiap jenis pemanis juga memiliki batas asupan harian yang berbeda. Misalnya, Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) menetapkan acceptable daily intake (ADI) untuk sukralosa sebesar 0-15 mg/kg berat badan per hari. Nilai ini menunjukkan jumlah asupan harian yang dinilai aman untuk dikonsumsi sepanjang hidup, jika berada dalam batas tersebut.
Jadi sebelum memilih, kenali bahan yang digunakan, pilih produk dari produsen yang jelas, dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
BACA JUGA: Cara Membaca Tabel Informasi Nilai Gizi pada Makanan Kemasan

Image: Magnific
Pilih pemanis yang praktis digunakan dan sudah memiliki takaran yang jelas, misalnya dalam kemasan sachet. Selain lebih mudah dibawa, kemasan sekali pakai membantu mengatur jumlah pemanis agar tidak digunakan terlalu banyak.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati rasa manis dalam kopi atau teh sehari-hari secara praktis, tanpa perlu repot menakar setiap kali menggunakannya.
Selain bahan dan kepraktisan, rasa juga penting. Beberapa pemanis pengganti gula memiliki tingkat kemanisan yang jauh lebih tinggi dibandingkan gula biasa.
Misalnya, steviol glycosides dapat memiliki tingkat kemanisan sekitar 200-400 kali sukrosa, sedangkan acesulfame-K sekitar 200 kali lebih manis daripada sukrosa
Sementara itu sukralosa, punya tingkat kemanisan sekitar 600 kali lebih tinggi dibandingkan sukrosa.
Beberapa produk juga mengombinasikan lebih dari satu jenis pemanis untuk mendapatkan rasa manis yang sesuai dengan jumlah yang relatif sedikit.
Ingat juga bahwa semakin manis rasanya bukan berarti semakin baik buat kesehatan, ya. Pilih pemanis yang memberikan rasa manis cukup dan sesuai selera, lalu gunakan sesuai takaran. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati iced coffee atau teh favorit tanpa harus terbiasa dengan rasa yang terlalu manis.
BACA JUGA: Trik Cerdas Minum Manis: Makanan yang Wajib Dikonsumsi Lebih Dulu untuk Kontrol Gula Darah
Image: Magnific
Pilih pemanis yang sesuai dengan cara Anda menggunakannya sehari-hari. Setiap jenis pemanis pengganti gula memiliki karakteristik dan kestabilan yang berbeda terhadap panas. Asesulfam-K, misalnya, relatif stabil terhadap panas, sedangkan kestabilan sukralosa dapat dipengaruhi oleh suhu dan kondisi pemanasan.
Jadi, pemanis dengan bahan tersebut dapat digunakan sesuai dengan peruntukan produk, termasuk untuk minuman hangat seperti kopi atau teh maupun minuman dingin. Namun, penggunaan untuk memasak atau membuat kue perlu memperhatikan karakteristik pemanis dan petunjuk penggunaan pada produk.
Suhu dan lama pemanasan dapat memengaruhi kestabilan pemanis. Oleh karena itu, jika hanya ingin menambahkan rasa manis ke kopi, teh, atau minuman dingin, gunakan sesuai takaran pada kemasan.
Untuk baking atau memasak, pastikan produk pemanis pengganti gula Anda memang dibuat untuk penggunaan tersebut.
BACA JUGA: Jangan Cuma Lihat Label Rendah Gula, Perhatikan Juga 5 Hal Ini Saat Memilih Camilan

Jika sedang mencari pemanis yang praktis untuk mendukung gaya hidup sehat, Nulife Sweetener bisa menjadi salah satu pilihan. Pemanis pengganti gula tanpa kalori ini mengandung kombinasi sorbitol, asesulfam-K, sukralosa, dan steviol glycosides.
Dari segi penggunaan, Nulife Sweetener juga didesain untuk minuman panas maupun dingin tanpa mengubah rasa manisnya. Satu sachet dapat dilarutkan dalam sekitar 150 ml minuman, sehingga lebih praktis dan tidak perlu repot menakar setiap kali digunakan.
Nulife Sweetener ini juga dapat digunakan untuk kopi, teh, jus, memasak, hingga membuat kue. Dengan rasa manis yang pas dan kemasan sachet yang praktis, Nulife Sweetener bisa digunakan saat ingin mengurangi penggunaan gula tanpa harus menghilangkan rasa manis dari rutinitas sehari-hari.
Referensi
Rios-Leyvraz, M., & Montez, J. (2022). Health effects of the use of non-sugar sweeteners: A systematic review and meta-analysis. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/9789240046429
World Health Organization. (2021). Sucralose. Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA). https://apps.who.int/food-additives-contaminants-jecfa-database/Home/Chemical/2340
Orellana-Paucar, A. M. (2023). Steviol glycosides from Stevia rebaudiana: An updated overview of their sweetening activity, pharmacological properties, and safety aspects. Molecules, 28(3), 1258. https://doi.org/10.3390/molecules28031258
Dragomir, N., Grigore, D.-M., & Pogurschi, E. N. (2025). Beyond sugar: A holistic review of sweeteners and their role in modern nutrition. Foods, 14(18), 3182. https://doi.org/10.3390/foods14183182